BMKG: Cuaca Dingin di NTB Akibat Pertumbuhan Awan Kurang

Mataram, Talikanews.com – BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin belakangan ini di malam hari di Nusa Tenggara Barat akibat pertumbuhan awan hampir tidak ada.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan salah satu penyebabnya karena adanya angin Monsun yang terjadi akibat perbedaan suhu udara dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara yang disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, hal ini disebabkan beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” ungkapnya dikutip media ini, Senin, 27 Juli 2020.

Dia menjelaskan, angin dari Australia tersebut membawa udara dingin karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” kata dia.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan di ibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin. (TN-red)

Related Articles

Back to top button