Minta Bencingah Adiguna Dibuka, PKL di Praya Datangi Kantor Sat Pol PP

Lombok Tengah, Talikanews.com – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Bencingah Adiguna Praya mendatangi Kantor Satuan Pol PP menuntut agar di izinkan berjualan di area Bencingah.
Salah seorang perwakilan PKL sekaligus penyedia jasa mainan anak-anak, Ihsan mengeluhkan sudah berbulan bulan tidak ada pendapatan. Disatu sisi, kebutuhan rumah tangga semakin tinggi ditengah pandemi Covid-19.
“Kami lapar dan butuh biaya hidup, jadi mohon kepada pemerintah untuk mengizinkan kami berjualan di Bencingah lagi. Kalau bisa hidupkan kembali Air Mancur itu agar masyarakat dapat melepas penat di sana,” ungkapnya saat di kantor Sat Pol PP, Senin 20 Juni 2020.
Terkait hal itu, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Loteng H Lalu Aknal Afandi mengatakan, apa yang di sampaikan para pedagang itu, jauh sebelumnya pemerintah daerah sudah memikirkan bagaimana penerapan protokol covid-19 agar masyarakat bisa berjualan di tengah pandemi.
“Kita akan kabulkan permintaan PKL itu untuk bisa berjualan lagi, bagaimanapun para PKL ini juga butuh biaya hidup keluarganya,” kata Aknal.
Dia menegaskan, kalaupun diberikan berjualan, tentu ada syaratnya agar penularan virus Covid-19 tidak menjangkit dengan menjaga kebersihan dilokasi berjualan masing-masing seperti, wajib menggunakan masker, menyiapkan tempat cuci tangan serta sabun dan tidak boleh bersentuhan antara penjual dan pembeli.
Untuk awal, pihaknya akan membatasi waktu berjualan mulai pukul 16.00 Wita sampai pukul 21.00 Wita.
“Apa yang menjadi syarat itu sudah kita sepakati, sehingga jika tidak ada halang khusus di Bencingah akan kita buka Hadi Sabtu 25 juli 2020,” katanya.
Untuk Taman Tonjeng Beru lanjutnya, tidak akan dibuka karena sampai hari ini para pedagang yang berjualan disana belum ada yang mengajukan permintaan.
Sebelum dibuka, terlebih dahulu pihaknya akan menyiapkan sarana penunjang covid-19 yang dibutuhkan seperti tong air besar untuk cuci tangan, pasangkan spanduk himbauan patuhi protokol kesehatan covid-19, kemudian menghidupkan kembali lampu- lampu penerangan di malam hari.
“Kita siapkan penunjang pencegahan dan penyebaran virus corona, bentuk keseriusan pemerintah daerah putus rantai Covid-19,” pungkasnya (TN-red)





