Seusai Tanam Padi, Gubernur NTB dan Istri Bangun Kandang 100 Ribu Pullet di Olat Maras

Sumbawa, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Istrinya, Hj. Niken Saptarini Widyawati juga beberapa Kepala Dinas dan TP-PKK Provinsi menanam padi di Lembah Olat Maras, Kabupaten Sumbawa, Sabtu pagi, 18 Juli 2020.

Usai menanam Padi, sapaan Dr Zul melakukan peletakan batu pertama pembangunan kandang 100.000 Pullet di kawasan Olat Maras, bukti industrialisasi untuk memenuhi kebutuhan telur di NTB, khususnya di pulau Sumbawa.

“Investasi itu hanya mungkin kalau kita memaknai kehadiran sebagai pelayan masyarakat dalam pengertian bahwa, Gubernur dan Kepala Dinas itu bukan bos, akan tapi hadir untuk melayani kebutuhan masyarakatnya,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pinjaman di bank apalagi di bank NTB Syariah, supaya tidak mempersulit investor atau masyarakat dalam pemberian pinjaman pembiayaan untuk menggairahkan perekonomian di NTB. Hal ini perlu dilakukan terlebih dalam masa pandemi seperti ini, yang tidak memungkinkan untuk bergantung pada sektor pariwisata.

“Pariwisata tumbuh dan pulih itu, kemungkinan tahun depan baru bisa menggeliat, oleh karena itu OJK bisa mengingatkan Bank NTB untuk menggiatkan ekonomi kita,” kata dia.

Bang Zul berharap agar apa yang dilakukan saat ini menjadi langkah awal untuk perekonomian dan peternakan NTB melesat cepat. “Bulan ini seratus ribu, mudah mudahan segera sampai sejuta, ini tanah luas tinggal dipakai saja,” ujarnya.

Menurutnya, Peternakan ini nantinya, akan memunculkan industri-industri baru di NTB. “Perjalanan panjang memang harus selalu dimulai dengan langkah pertama dan apa yang kita lakukan ini, mungkin kita menjadi saksi sejarah,” ucapnya.

Bang Zul berterima kasih atas terealisasinya industrialisasi dan peletakan batu pertama pembangunan kandang 100.000 Pullet ini dan diharapkan menjadi pemicu awal hadirnya industrialisasi peternakan yang hebat dan modern di NTB.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani menuturkan langkah yang diambil oleh pemerintah ini telah dinantikan sejak lama. Sebab dengan menggeliatkan peternakan ayam petelur di NTB terlebih di Pulau Sumbawa maka kedepan permasalahan inflasi tidak akan terjadi lagi.

Dia mengaku, permasalahan inflasi di NTB telah lama terjadi. “Ini gebrakan yang sangat luar biasa saya rasakan. Kita sangat bangga memiliki pak Gubernur yang sangat inspiratif, sehingga persoalan NTB insyaAllah akan selesai,” ungkapnya.

Direktur Samawa Farm, Maksum Jatmiko bersyukur karena, apa yang dilakukan hari ini, merupakan satu mata rantai dari industrialisasi pertanian dan peternakan di Provinsi NTB.

“Industrialisasi itu rantainya disusun sedemikian rupa, jadi mulai dari pembangunan irigasi, mitra, pabrik benih, dryer besar, industrialisasi sampai pada ujungnya ada farm telur, penjualan telur, kemudian titik akhirnya loss swasembada telur,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari 100.000 Pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi yang pihaknya targetkan di NTB dalam tiga tahun kedepan.

“Kami sangat bangga dan terima kasih dukungannya pak gubernur atas semua ini bisa terjadi dan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, InsyaAllah pekan depan kita sudah memulai prosesnya untuk pembangunan seratus ribu pullet,” tutupnya.(TN-red)

Related Articles

Back to top button