Stimulus Ekonomi, Tak Hanya Pemulihan Pasca Pandemi, Tapi Hidupkan Industrialisasi

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menegaskan, stimulus ekonomi pasca JPS Gemilang, tak hanya akan mempercepat pemulihan ekonomi di NTB pasca pandemi Covid-19. Tetapi juga mengeliatkan program industrialisasi di Nusa Tenggara Barat.

Dr Zul menjelaskan, industrialisasi adalah proses pemberian penambahan nilai suatu komoditas sehingga akan berdampak luas dan memiliki nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat, khusus untuk masyarakat lokal.

“Maka untuk mewujudkan industrialisasi itu harus ada pertama, mesin (tools),  Kedua SDM yang berfungsi sebagai teknisi operator tukang yang akan mengoperasikan mesin.
Ketiga, supply bahan baku (tersedia sepanjang waktu). Keempat, tersedianya market untuk pemasaran produk-produk tersebut,” ungkapnya saat webinar bertajuk akselerasi ekonomi di NTB bersama MarkPlus, Bupati KLU, Najmul Ahyar, Bupati Lobar, Fauzan Halid, pelaku usaha dan masyarakat umum, Senin, 13 Juli 2020.

Gubernur Dr. Zul menyampaikan, untuk mendorong percepatan industrialisasi itu, maka Pemerintah Daerah akan memfasilitasi mesin mesin industri selain akses modal. Sementara Dinas Perdagangan, juga akan mendukung sepenuhnya dari sisi market screening dan branding, serta distribusi oleh Bumdes melalui Maha Desa.

Menurutnya, dengan mulai memproduksi dan menggunakan produk sendiri, merupakan salah satu strategi meletakkan pondasi menandai dimulainya industrialisasi di NTB. Yakni memberi nilai tambah dan shifting manufaktur bahan mentah.

Ia menjelaskan, pada saat yang sama, sektor tradisional seperti pertanian juga tetap didorong produktifitasnya dengan bantuan 4000 mesin. Sebagai bentuk transformasi teknologi, UKM dan IKM juga akan didigitalisasi untuk mulai bersaing di pasar nasional dan internasional.

Disatu sisi, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyebut sektor jasa, perdagangan dan pariwisata terdampak paling berat. Terlebih ditengah pelemahan ekonomi, kebijakan refocusing anggaran untuk pembiayaan Covid 19 membuat banyak program tertunda.

Ahyar menyebut feedback dari kebijakan jaring pengaman sosial pemprov NTB yang membeli produk lokal membuat UMKM di kota Mataram ikut berproduksi. Untuk itu ia mendukung pemberdayaan ekonomi melalui UKM/ IKM lokal yang digagas pemerintah provinsi.

Sementara itu, Pendiri MarkPlus, Hermawan Kertajaya, menggambarkan kekuatan ekonomi Indonesia secara umum termasuk di NTB.

Hedrawan menyebut bonus demografi, SDG 2030, platform Indonesia Emas 2045, bermulanya generasi Alpha dan optimisme nasional pasca pandemi Covid 19 menjadi peluang kekuatan ekonomi kedepan.

Namun langkah yang harus dilakukan pemerintah propinsi NTB, kata Hendrawan tidak lagi hanya sebatas pemulihan saja. Tapi sudah harus mengarah pada reformasi ekonomi dan re-investmen terutama di sektor pariwisata serta sektor lainnya.

“Saya usul tahun depan ada investmen summit di NTB”, ucap Hermawan.(TN-red)

Related Articles

Back to top button