Tingkatkan Harga Jual, WALHI NTB Gelar Festival “Ngerampek” dan 1000 Layang di Menemeng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTB menggelar festival “Ngerampek” atau panen Padi dan festival 1000 layang berlangsung sejak tanggal 4-8 Juli.
Direktur WALHI NTB, Murdani menyampaikan kegiatan festival tersebut bertujuan untuk memberikan semangat kepada para petani di tengah anjloknya perekonomian dan kecemasan pemerintah terhadap surplus ketahanan pangan yang di sebabkan adanya virus Covid-19.
“Acara ini kita lakukan untuk memberikan dukungan penuh kepada para petani di tengah pandemi Covid-19 sekaligus merangsang pemulihan perekonomian masyarakat,” ungkap Murdani, di Dusun Gundul Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata, Loteng, Senin 06 Juli 2020
Murdani berharap kegiatan tersebut bisa disambungkan dengan lumbung pangan. Mengingat selama ini masyarakat bisa melaksanakan panen, namun tidak bisa menyimpan hasil panen. Sehingga hal tersebut perlu diinisiasi agar masyarakat bisa mengolah hasil panen mereka demi meningkatkan harga jual dan nilai ekonomi yang semakin tinggi.
“Kita berharap adanya peningkatan hasil panen lagi untuk itu Kita berupaya melakukan konsultasi dengan pihak pertanian untuk memproduksi organik non kimia agar bisa digunakan untuk pemupukan semua jenis tanaman,” kata Murdani
Koordinator Penyuluh Kecamatan Pringgarata, Baiq Sri Ramayanti menyampaikan saat ini luas lahan tanam di Kecamatan Pringgarata sekitar 2.455 hektare untuk Musim Kemarau (MK).
“Kalau di lihat luas lahannya cukup luas tetapi wilayah tersebut tidak semua lahan di tanami padi. Sebab ada juga yang bercocok tanam cabe, tomat, bawang merah dan juga kedelai,” kata dia.
Sejauh ini lanjutnya rata-rata untuk hasil panen padi per 1 hektare mencapai 6,2 ton. Dari hasil panen keseluruhan, 40 persen diperuntukkan untuk Kecamatan Pringgarata dan 60 persen terserap untuk bulog, lumbung pangan dan kebutuhan di luar kecamatan.
“Kalau hanya untuk ketersedian pangan di kecamatan Pringgarata sih cukup malah petani banyak uang jual hasil panen padinya keluar kecamatan,” ujarnya
Selain itu Camat Pringgarata, H. Masnun juga mengapresiasi Kegiatan yang digelar oleh Walhi NTB dan pihaknya berharap dengan adanya kegiatan tersebut, semangat masyarakat yang bergelut di bidang pertanian semakin ditingkatkan.
“Kami apresiasi kegiatan tersebut kedepan harus dijadikan agenda tahunan yang bisa melecut semangat kami selaku camat dan masyarakat petani agar ke depan kegiatan ini dapat memiliki nilai jual di dunia pariwisata,” terang H Masnun
Untuk di ketahui, agenda festival yakni diantaranya, temu pangan rakyat (komunitas), workshop Wilayah Kelola Rakyat (WKR), panen rakyat (ngerampek), kampanye produk komunitas, kampanye perlindungan kawasan pertanian, pameran, pasar rakyat dan akan ada hiburan rakyat seperti festival 1000 layang dan tarian menyambut panen raya. (TN-03)





