Putus Rantai Covid-19, Pemkot Mataram Akan Tracing Transmiter Lokal para Supir Taxi dan Ojol

Mataram, Talikanews.com – Kota Mataram adalah Kota terbanyak angka positif virus corona diantara Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat.
Update data terakhir per tanggal 26 April 2020, sebanyak 71 orang positif Covid-19, sebanyak 57 orang dalam perawatan atau masih terpapar, 12 orang dinyatakan sembuh dan 2 orang meninggal dunia.
Terkait hal itu, Tim Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa menyampaikan, Pemerintah Kota Mataram terus melakukan contact tracing terhadap kalster sumber virus corona tersebut. Untuk klaster Gowa dan Bogor, tim Covid-19 sudah selesai melakukan contact tracking.
“Hasil contact tracing itu sehingga angka positif Covid-19 ditemukan,” ungkapnya, Minggu (26/04).
Nyoman menjelaskan, selanjutnya tim Covid-19 akan melakuka tracking transmiter lokal. Rencananya akan dimulai Selasa 28 April mendatang yang dimulai dari para supir taxsi dan ojek online (ojol).
Adapaun polanya lanjut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Pemerintah Daerah akan bersurat kepada manajemen taxi dan Ojol tersebut supaya memerintahkan operator lapangannya ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk di rapid test.
“Langkah ini merupakan upaya pemutusan penyebaran virus corona di Kota Mataram, NTB pada umumnya,” kata dia.
Nyoman menambahkan, sebanyak 332 orang tanpa gejala di Kota Mataram, kemudian PDP sebanyak 118 masih dalam pengawasan, 52 orang selesai dalam pengawasan. Sedangkan ODP sebanyak 65 masih dalam pemantauan dan 431 selesai dalam pemantauan.
“Hari ini, 1 orang dinyatakan sembuh yakni pasien asal Sekrabela dan 3 orang terkonfirmasi positif, semuanya berasal dari kecamatan Ampenan,” tutupnya (TN-red)





