Dewan NTB Pertanyakan Sikap Gubernur Terkait Sekda Definitif

Mataram, Talikanews.com – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai mempertanyakan sikap sekaligus desak Gubernur segera Lantik Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif. Desakan itu muncul dari wakil ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi.
Usai rapat paripurna peringatan HUT NTB ke-61, Politisi Gerindra itu menyampaikan, Sekda adalah kepala administrasi daerah. Jabatan H Iswandi sebagai penjabat Sekda sudah berlangsung selama Enam bulan dan masih ada perpanjangan. Hal ini perlu dipertanyakan karena dirinya menyebut tidak jelas.
“Ini bukan persoalan main-main. Perlu ada perhatian khusus, apalagi jika dikaitkan dengan pidato Gubernur saat paripurna HUT NTB yang begitu datar dan penuh makna. Nah, ini perlu di ikuti oleh kepala OPD terutama Sekda sebagai perpanjangan tangan Gubernur,” ungkapnya Senin (16/12).
Dikatakan Mori, kalau bicara Pelaksana harian (Plh) jelas beda kebijakan, yang tidak bisa mengambil kebijakan layaknya Sekda definitif.
Senada disampaikan Politisi PKB, Akhdiansyah. Dirinya meminta supaya Gubernur segera umumkan dan lantik Sekda definitif demi menunjang kerja – kerja Pemprov NTB menjalankan program pembangunan yang ada.
“Penjelasan gubernur Dalam Pidato Paripurna HUT NTB tadi, banyak rencana besar dalam menjalankan program unggulan menuju NTB Gemilang. Maka Sekda definitif adalah sebuah keniscayaan, kalau terus diulur, maka laju visi trsebut akan terseok dan lamban,” kata dia.
Sekretaris Wilayah PKB NTB itu mengaku, prosesnya penjaringan bahkan Pansel Sekda sudah lama, Sehingga apalagi yang ditunggu.
“Momentum HUT NTB sebenarnya waktu yang tepat untuk mengumumkan Sekda definitif sebagai kado HUT NTB ke-61,” cetusnya.
Dia ibaratkan pentingnya Sekda definitif itu ibarat baut dalam roda sepeda, tidak akan bisa melaju maksimal kalau salah satu bautnya ada yang kurang. Demikian dengan birokrasi Pemerintahan di Pemprov NTB, kurang lengkap kalau keberadaan Sekda definitif masih belum jelas.
Sapaan Guru To’i itu menambahkan, mengenai proses Sekda sudah dilaksanakan, dari pembentukan Pansel, pendaftaran, hingga proses seleksi termasuk dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), apalagi mau ditunggu, sampai kapan Sekda akan dijabat Penjabat sementara.
“Sekda jangan terlalu lama di isi Penjabat sementara lah, segera umumkan lantik Sekda definitif, apalagi yang ditunggu,” katanya.
Sebelumnya Pemprov NTB melalui Pansel telah melakukan seleksi terhadap sejumlah calon Sekda dan telah merampungkan tugasnya. Gubernur NTB juga telah mengirimkan sejumlah nama untuk diajukan mengisi jabatan Sekda NTB ke Kemendagri, tapi hingga kini Pemprov tak kunjung mengumumkan nama Sekda yang dipilih. Sementara jabatan Sekda masih dijabat Iswandi sebagai Penjabat yang juga calon Sekda yang ikut Pansel.
Terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, H Fathurrahman menyampaikan keputusan Menteri Dalam Negeri yang mengacu pada Peraturan Presiden, kembali menunjuk H Iswandi sebagai Plh , berlaku sejak tanggal 14 Desember kemarin.
Bagaimana dengan kewenangan Plh? Fathurrahman menyebut memang tidak seperti Sekda definitif juga penjabat.
“Memang ada kekurangan. Tapi, ini sudah keputusan pemerintah pusat sembari menunggu SK definitif,” tutupnya. (TN-red)





