Penjabat Sekda NTB Tinjau Penanganan Kebakaran TPA Kebon Kongok

Lombok Barat, Talikanews.com – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir H Iswandi tinjau proses penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok Kecamatan Gerung Lombok Barat.

Setiba di lokasi kebakaran yang luasnya mencapai 5 hektare itu pada Senin (21/10). Iswandi langsung pimpin rapat penanganan kebakaran di l posko penanggulangan Kebakaran TPA Kebon Kongok.

Dia berharap kepada seluruh SKPD terkait, untuk segera tanggap, sehingga pemadaman api segera tuntas termasuk dampak terhadap kesehatan dan sosial warga sekitar, serta tidak menganggu rutinitas proses pembuangan sampah dari tingkat RT ke TPS kemudian sampai ke lokasi TPA.

“Kita lakukan langkah ini bentuk antisipasi penyebaran titik kebakaran yang nanti berdampak pada kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, penangangan kebakaran itu sudah dilakukan pemerintah provinsi yang bekerja sama dengan jajaran Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram sejak musibah itu terjadi.

Iswandi menjelaskan, sejauh ini, penanganan kebakaran dilakukan secara bertahap per blok dari 17 blok yang ada. Saat ini dilakukan dengan sistem siram -timbun tanah atau landfilling. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai oksigen dan persiapan blok untuk menerima sampah Kota Mataram dan Lombok Barat yang mulai menumpuk.

Untuk menangani 1 blok yang luasnya sekitar 3000 m2, dalam 2 hari, atau sekitar 2×10 jam, diperlukan 1 buldozer besar. Alat ini diperlukan untuk meratakan sampah yang ada agar mudah dipadamkan. Selain itu, BPBD mengerahkan 4 excavator, 1 mengurai sampah dan 3 mengisi dumptruck dengan tanah. BPBD juga mengerahkan 2 mobil pemadam kebakaran, 4 truck tangki air, dan 10 dump truck.

“Dengan sistem ini, kebakaran lahan ini tidak meluas dan perlahan mulai mengecil. Pantauan langsung di lapangan juga menunjukkan kepulan asap sudah semakin menurun seiring kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait,” kata dia.

Usai ke Kebon Kongok, Iswandi menuju kawasan Gunung Rinjani yang terbakar. Hal ini dilakukan untuk melihat lebih dekat kejadian di lapangan serta memastikan penanganan berjalan lancar. Sehingga kebakaran di kawasan tersebut tidak meluas yang mengakibatkan terganggunya aktivitas para wisatawan yang menikmati keindahan Rinjani. (TN-04)

Related Articles

Back to top button