Air PDAM Kering, Pemdes Batunyala Manfaatkan Pamsimas

Lombok Tengah, Talikanews.com -Permasalahan kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih di Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah seolah menghantui ketika datangnya musim kemarau. Namun kini masyarakat Desa Batunyala merasa lega dengan adanya bantuan sumur bor Pamsimas.

Kepala Desa Batunyala H. Zainudin ketika di temui di ruang kerjanya, Kamis (10/10) mengatakan memang ketika memasuki musim kemarau seperti saat ini warga Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah kesulitan akan air bersih padahal hampir sebagian besar warga pelanggan taat PDAM, hanya saja air PDAM sampai hari ini tidak mengalir lagi.

“Kalau sudah memasuki musim kemarau air PDAM tidak mengalir lagi jangankan untuk mandi untuk kebutuhan sehari hari aja susah,” keluh H. Zainudin.

Namun lanjut mantan anggota TNI AD itu dengan melalui program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang sedang di bangun di Dusun Bongor Desa Batunyala masalah kekeringan di sebagaian wilayah Desa Batunyala tampaknya bisa tercukupi.

“Saya berharap adanya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) ini mampu mencukupi kebutuhan air bersih di sebagian Desa Batunyala. Untuk itu kedepan saya berharap Pamsimas juga bisa dibangun di dusun lain. Sehingga kebutuhan air bersih di Batunyala bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Sementara Ketua Satlak Marianto mengatakan, pembangunan Pamsimas sudah mencapai 70% dan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan tower penampung air yang ditargetkan rampung pertengahan bulan ini dan target Pamsimas sudah bisa beroperasi sebelum akhir bulan.

“Masalah pengeboran sudah selesai, saat ini sedang saya upayakan untuk menyelesaikan tower penampung air secepatnya,” terang Marianto.

Ia menjelaskan debit air Pamsimas tersebut mencapai 2,8 liter per detik. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari standar debit air Pamsimas yakni 1 liter per detik. Dengan debit air yang begitu besar, Pamsimas akan mampu menyuplai air ke tiga Dusun, yakni Bongor, Batunyala II dan Bagek Tenten.

“Depit air Pamsimas ini melebihi standar debit Pamsimas jadi dengan debit yang besar ini tentu mampu menyuplai air ke 3 Dusun yang kesulitan air bersih,” kata dia.

Dia juga menjelaskan besaran anggaran program tersebut mencapai Rp.372 juta. Dengan rincian, Rp 305 juta dari APBN, Rp 50 juta dari Dana Desa (DD) dan Rp 17 juta merupakan dana Incas dari masyarakat

“Total anggaran Program ini mencapai Rp. 372 Juta,” tutup Marianto.(TN-03)

Related Articles

Back to top button