Dikbud NTB Masih Carikan Anggaran Rehab SMAN 2 Donggo Melalui Bantah

Mataram, Talikanews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB masih mencarikan sumber anggaran untuk rehab fisik SMAN 2 Donggo Kabupaten Bima yang rusak diterpa angin puting beliung tahun 2017 lalu.
Kepala Dikbud NTB, H Rusman menyampaikan, masih mencarikan sumber anggaran rehab sekolah tersebut. Beberapa waktu lalu, sempat dibahas untuk segera memperbaiki fisik atap sekolah tersebut, diusulkan melalui lembaga donor, kemudian di usahakan lewat bantuan pemerintah (Bantah), bahkan diusulkan juga lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020. Besar kemungkinan melalui Bantah.
“Ada DAK untuk tahun 2020 sebanyak Rp 35 miliar dari perencanaan yang ada. Terhadap sekolah penerima nanti dilihat dari Dapudik sesuai jumlah murid dan ruang kelas. Nah, yang jadi persoalan, Dapudik SMAN 2 Donggo kurang baik sehingga perlu kecermatan pihak sekolah ajukan pengusulan ke Kemenkeu,” ungkapnya Senin (23/9).
Dia mengaku, SMAN 2 Donggo telah dilanda bencana puting beliung. Adapun jumlah siswa-siswi menurut laporan sebanyak 200 orang lebih. Kalaupun begitu, kondisi ruang kelas masih bagus, hanya saja yang rusak yakni atapnya.
“Laporan Kantor Cabang Dinas (KCD) di Donggo, sebanyak 2 lokal yang rusak dan butuh segera diperbaiki,” kata dia.
Rusman mengatakan, saat sekolah tersebut dilanda musibah, kepala sekolah masih status penjabat dan Dinas sempat meminta dan menyarankan supaya bagian yang rusak diperbaiki menggunakan Dana BOS. Mungkin lanjutnya, ada beberapa pertimbangan sehingga pihak sekolah belum perbaiki.
Kedepan, Dinas ingin mendata sekolah yang kondisi fisiknya kurang baik, kemudian kondisi tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan jumlah siswa, terakhir lakukan pendampingan dalam hal mengisi Dapudik, karena pengisian Dapudik sangat penting supaya sekolah tersebut bisa usulkan anggaran langsung ke pemerintah pusat melalui DAK.
“Kami masih bangkitkan semangat para guru agar dunia pendidikan di NTB semakin cemerlang,” ujarnya.
Mantan kepala BPSDM NTB itu memaparkan jumlah total sekolah Negari SMA dan SMK sebanyak 642 sekolah.
“Mulai tadi (Senin, red) saya perintahkan semua Kantor Cabang Dinas (KCD) untuk mendata kondisi sekolah yang rusak, dijadiin bahan acuan dalam penganggaran rehab,” paparnya.
Intinya, dirinya ingin memulai menata sarana dan prasarana, guru dan kepsek, supaya lebih maksimal kelola dunia pendidikan.
“DAK SMA tahun 2019 sebesar Rp 45 miliar lebih untuk 57 sekolah. Kembali dipertegas SMA 2 Donggo masih di usahakan lewat bantuan pemerintah (bantah),” cetusnya.
Dia menambahkan, syarat untuk mendapatkan bantuan rehab tersebut, pihak sekolah harus mangajukan DAK lewat aplikasi disebut Krisna ke Kemenkeu dan itu harus di usulkan dari Dapudik.
“Cara pelaporan ini akan kita didampingi,” tutupnya sembari mengatakan, sebanyak 3 sekolah disana butuh perhatian yakni, SMAN 2 Donggo, kemudian SMAN 2 Kempa dan SMAN 1 Wera, akan diusulkan lewat bantuan pemerintah (bantah) dan sedang diusulkan.
“Dalam waktu dekat akan ke Jakarta untuk melobi,” pungkasnya. (TN-04)





