Rakornas, Wagub NTB Paparkan Progres KEK dan Baypass BIL-Kute

Jakarta, Talikanews.com – Wakil Gubenur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah memaparkan progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta Lombok Tengah, pada Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019, di Jakarta Rabu (11/9).
Dia memaparkan, potensi pariwisata NTB khususnya Mandalika yang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas nasional saat ini terus bergerak menyelesaikan dan melengkapi berbagai infrastruktur serta fasilitas penunjang lainnya. Terlebih, Mandalika akan menjadi lokasi balap motor paling bergengsi di dunia MotoGP pada tahun 2021.
“Salah satu infrastruktur yang saat ini terus dikebut pengerjaannya yaitu Sirkuit Mandalika. Hal ini mengingat, sirkuit Mandalika nantinya akan digunakan sebagai lokasi perhelatan MotoGP 2021,” paparnya.
Dia mengaku, sejumlah usaha yang dilakukan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mensukseskan pembangunan Mandalika ini, yaitu penambahan kapasitas Bandara Internasional Lombok.
Kemudian, penyediaan infrastruktur ICT, penyediaan sarana dan kesiapsiagaan mitigasi bencana, manajemen galian C dan standar galian, pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terampil, peningkatan kualitas akomodasi, atraksi, dan pelayanan wisata serta manajemen transportasi.
“Sirkuit Mandalika memiliki panjang lintasan 4,32 Km dengan 93,2 ribu kursi serta area terbuka untuk 138,7 ribu penonton. Sementara itu, bypass yang akan dibangun dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sampai ke Mandalika sepanjang 17 Km yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020. Pelabuhan Gili Mas Sekotong juga telah siap beroperasi mulai awal tahun 2020,” kata dia.
Selain Mandalika, Rohmi menyinggung dua cagar biosfer dunia yang dimiliki NTB yaitu Rinjani dan SAMOTA.
“Ditetapkannya Rinjani dan SAMOTA sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, maka keharusan bagi kami di NTB untuk sungguh-sungguh memperhatikan lingkungan,” tegasnya.
Begitu halnya kebersihan itu menjadi program prioritas melalui program Zero Waste.
“Program Zero Waste ini kami betul-betul masifkan di NTB. Karena kami sadar betul bahwa penanganan sampah ini menjadi sangat krusial dan sangan penting didalam membangun Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.
Rohmi menambahkan, Desa-desa di NTB juga, di dorong untuk membentuk bank sampah. Terlebih, di 100 desa wisata prioritas yang telah ditentukan.
“Desa wisata yang kami bangun di NTB dibagi kedalam 6 kategori yaitu 9 desa wisata Ekraf, 14 desa wisata budaya, 24 desa wisata alam, 18 desa wisata agro, dan 34 desa wisata bahari,” sebutnya.
Rakornas Pariwisata ke-III tahun 2019 yang berlangsung dari 10-11 September 2019 ini mengangkat tema “Pengembangan 5 (lima) Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Hadir membuka Rakornas adalah Menteri Pariwisata RI Bapak Arif Yahya.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pariwisata juga telah memasukkan Mandalika Lombok sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional yang diistilakan dengan 10 Bali Baru. Dari 10 destinasi prioritas ini, diturunkan kembali menjadi 5 destinasi yang disebut sebagai destinasi Super Prioritas. Mandalika termasuk juga di dalamnya. Dengan demikian, pesona pariwisata di Bumi Gora ini nantinya akan semakin memanjakan para wisatawan.
Karena, sektor pariwisata menjadi salah satu unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alamnya yang indah, terbentang dari ujung Ampenan sampai ujung Sape menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang menikmatinya. Berbagai event berskala nasional maupun internasional kerap kali dilaksanakan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.(TN-04)





