Ratusan Massa Hadang Penertiban Pasar Hewan Batunyala, Kemana Uang Iuran?

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ratusan massa yang tergabung dalam para pedagang yang ada di pasar Hewan Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, menghadang petugas penertiban pemindahan lokasi pasar tersebut ke Barabali Kecamatan Batukliang.
Petugas gabungan yang terdiri dari Polres Loteng, Sat Pol PP dan Dinas Pertanian dan Pertanak dilawan saat akan melakukan penertiban/perataan lapak-lapak para penjual di pasar hewan Batunyala.
Adapun alasan massa melawan, saat aksi hearing aliansi masyarakat pedagang pasar di gedung DPRD Loteng beberapa waktu lalu, diputuskan oleh DPRD menolak pemindahan pasar hewan tersebut serta mempersilahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti biasa sesuai dengan jadwalnya.
“Kedatangan petugas untuk melakukan penertiban/perataan pada hari ini, masyarakat merasa di bohongi oleh pihak Pemda dan DPRD Loteng,” ungkap Kadus Pepekat Daya Joni.
Negosiasi antara perwakilan massa yang diwakilkan oleh Kades Batunyala, Kadus Pepekat Daye dan sejumlah toma masyarakat setempat dengan Kabag Ops Polres Loteng dan Kadis Pertanak berlangsung. Alhasil, diperoleh kesepakatan bahwa giat penertiban dan perataan pasar hewan batunyala pada hari ini ditunda dan giat pasar hewan batunyala untuk hari sabtu berikutnya dipersilahkan sebagaimana biasa serta akan dilakukan pembahasan lebih lanjut di Pemda dengan mengundang pihak-pihak terkait. Massa pun membubarkan diri, situasi sementara di lokasi masih aman terkendali.
Sebelumnya, saat aksi di gedung DPRD Loteng, selaku koordinator aksi Joni menolak tegas rencana pemerintah daerah untuk memindahkan pasar hewan ke Barabali karna menurut dia akan banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian.
“Akan terputus perputaran ekonomi masyarakat setempat jika pemindahan itu dilakukan,” kata dia.
Kadis Pertanian dan Peternakan Loteng Lalu Iskandar mengatakan pasar hewan itu merupakan jalan akses wisata, sehingga masyarakat mendukung rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk menata dan mengelola pasar sapi yang ada di desa Batunyala itu untuk di pindahkan.
“Kita harus berpikir jangka panjang karna kedepan jalur ini akan menjadi jalur akses wisata nggak mungkin kan kita pertontonkan kekumuhan dan kemacatan selain itu lahanya juga miring dan sempit,” tegas Iskandar.
Apa yang disampaikan Iskandar itu justru menui protes keras ketua Forum Kadus Batunyala yakni Marianto. Dia menyebut kalau beralasan akses lalu lintas tergangu, kenapa pemerintah daerah tidak menata dan mebuat lahan parkir saja. Sementara disana masih banyak lahan kosong yang bisa di manfaatkan.
“Jangan hanya alasan macet terus pemda tidak ada solusi kan bulsit namanya itu,” tegas Marianto.
Lain halnya dengan Kaur Keuangan Desa Batunyala Yasin justru mempertanyakn dana iuran sebesar Rp 58 juta yang setiap tahun disetorkan ke Pemda.
“Kemana uang itu, masak hanya menata pasar sapi agar tidak macet saja nggak bisa,” tegasnya.
Bagi Yasin, jika beralasan macet lanjutnya, mestinya pemda menurunkan Dishub atau petugas untuk mengatur akses lalu lintas disana.(TN-03/04)





