
Lombok Tengah, talikanews.com – Berawal dari keluhan salah seorang warga Gerantung, Praya Tengah, terkait layanan di RSUD Praya, tiga perwakilan masyarakat Praya Tengah di DPRD akhirnya mengadakan pertemuan dengan kelompok pemuda masyarakat pada Sabtu, 10/05/2025, di Kedai Kopi Lamusu, Jontlak.
Dalam pertemuan tersebut, kronologis peristiwa tidak menyenangkan dialami oleh Fathur dari Kelurahan Gerantung menjadi pemantik awal diskusi. Ahmad Syamsul Hadi, Hermandi, dan H Suhaidi mendengarkan secara lengkap dan jelas mengenai apa yang terjadi dalam keluhan warga tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Hermandi yang duduk di Komisi 4 juga memyampaikan hasil monev-nya ke RSUD dan Puskesmas yang dimana temuannya memang memperlihatkan kelindan dengan masih lemahnya layanan publik dari pemerintah pada bdang kesehatan.
Musrenbang Praya Tengah, Ahmad Syamsul Hadi Sentil PUPR
“Situasi di dalam manajemen bidang layanan kesehatan ini memang bermasalah, kami temukan ada masalah di kelompok-kelompok di nakes yang sebenarnya tidak berkaitan dengan layanan namun malah imbasnya kesana,” kata Hermandi.
Lebih lanjut Ahmad Syamsul Hadi sebagai Ketua Komisi 1, menjelaskan bahwa manajerial dalam bidang-bidang pemerintahan di Lombok Tengah memang masih jauh dari yang diharapkan.
“Bagaimana mau membentuk layanan yang baik jika manajemen tidak baik, ini layanan publik dan terkait dengan kemampuan leadership terhadap SDM yang dipimpinnya. Ini berlangsung lama dan seperti tidak selesai-selesai,” sesalnya.
Kompak tiga anggota DPRD ini akan menjadikan masalah-masalah layanan ini sebagai bahan untuk evaluasi perbaikan ke pemerintah.
Dalam kesempatan pada sesi diskusi berikutnya, H Suhaidi yang bertugas di Komisi 3 menyampaikan terkait belum optimal dan seperti tidak terbukanya pemerintah di Pemda Lombok Tengah terhadap pekerjaan mereka sendiri.
“Kami melihat seperti ada selisih yang tidak terdeteksi, misalnya sebagai contoh yang terkait NJOP, ini kan nanti akan berkaitan dengan PAD,. Belum lagi PDAM, suntik modal Rp 87 miliyar cuma dapat PAD Rp 112 juta,” kritik Suhaidi keras.
Dalam akhir diskusi, tiga anggota DPRD bersepakat untuk melanjutkan kegiatan pertemuan ini sebagai agenda rutin berkala.
Kegiatan yang berawal dari inisiatif spontan para pemuda dari 13 desa dan kelurahan se-Praya Tengah ini akan menjadi salah satu forum terbuka untuk masyarakat Praya Tengah berdialog langsung dengan perwakilannya di parlemen.(TN.06)