Dewan Komitmen Perjuangkan Nasib Guru TP

Lombok Tengah, talikanews.com – Sejumlah guru honorer Tanpa Penempatan (TP) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng).
Tujuannya berkeluh kesah terkait dengan nasib mereka. Dimana mereka berharap agar bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Kedatangannya itu diterima langsung oleh ketua Komisi I DPRD Loteng, Ahmad Syamsul Hadi SH.
“Kami berkomitmen memperjuangkan nasib bapak ibu guru untuk bisa menjadi PPPK,” ungkap Ahmad Samsul Hadi dihadapan guru honorer TP, Jum’at (02/05/2025).
Hanya saja lanjut sapaan bang Memet itu, untuk perlu diketahui saat ini pemerintah pusat belum membuka rekrutmen pengangkatan PPPK paruh waktu.
Artinya, jika rekrutmen pengangkatan telah dibuka, maka pihaknya akan memberikan peluang untuk bapak ibu bisa ikut PPPK paruh waktu.
“Berikan kepada kami kepercayaan untuk menyelesaikan persoalan yang dialami oleh bapak ibu guru saat ini,” katanya.
Kemudian sebagai pemahaman bersama lanjutnya, bahwa dalam rapat gabungan komisi dan telah disampaikan secara terbuka pada Rapat Paripurna DPRD, terhadap persoalan yang dialami bapak ihu guru harus jadi atensi penuh pemerintah daerah. Apalagi, pemerintah rencananya tidak akan ada lagi penerimaan CPNS. Artinya, Pemkab dan DPRD Loteng sepakat untuk melakukan rekrutmen penerimaan pegawai PPPK.
“Ini semua sebagai langkah awal serta komitmen DPRD dan Pemkab Loteng,” terangnya.
Sementara dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) jelas Bang Memet, jumlah guru honorer saat ini sebanyak 660 orang.
Sedangkan, guru PNS yang akan pensiun per desember 2025 totalnya 237 orang, ditambah dengan data pensiun pegawai fungsional tertentu. “Untuk total pegawai pensiun tahun ini di Loteng 267 orang,” pungkasnya.





