Istri Gubernur NTB Turun Tangan Mengentaskan angka Stunting, Ini Pesan Penting

Mataram, Talikanews.com – Istri Gubernur NTB, juga ketua tim penggerak PKK, Sinta Agathia Soedjoko, ikut turun tangan mengentaskan angka stunting. Ia berpesan dalam mengentaskan angka stunting ini harus berkolaborasi dan datanya akurat.

“Kolaborasi bisa terus dilakukan dan diperluas. TP PKK NTB sendiri siap berperan aktif dalam menurunkan angka stunting sesuai tugas dan fungsi PKK,” katanya saat audiensi, validasi dan sinkronisasi data stunting bersama Dinkes NTB, Senin 21 April 2025.

Selain melibatkan semua pihak, tim penggerak PKK Kabupaten/Kota dipesan menjalankan program yang sudah ada dan penting data akurat untuk menunjang apa yang sedang dilakukan, bahkan dapat menjadi acuan pelaksanaannya di lapangan.

“Harus ada data stunting yang akurat, dengan data kita dapat bekerja secara efektif dan efisien,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan, Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan intervensi stunting. Beberapa indikator pencegahannya terus digalakan seperti pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk perempuan usia 6-23 tahun, edukasi pentingnya pemberian ASI Eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita dan desa bebas buang air besar.

“Intervensi spesifik dengan pemberian makanan tambahan (PMT) pada bayi yang berat badannya kurang, terus kami lakukan,” ujarnya.

Fikri menyebut keberadaan lingkungan yang bersih serta masih tingginya angka perkawinan anak menjadi salah satu faktor penyebab munculnya stunting di NTB, untuk itu ia menyebut harus ada tindakan dalam mengubah paradigma masyarakat bahwa perkawinan anak dan masalah lingkungan sangat mempengaruhi angka stunting.

“Kita harus terus mendorong terjadinya perubahan perilaku terutama dalam pemberian makan dan kebersihan lingkungan. Karena data menunjukkan perubahan perilaku memberikan dampak lebih signifikan terhadap anak stunting,” ungkap Fikri.

Ia berharap agar intervensi spesifik perlu dilakukan serta bersama sama membangun kolaborasi dengan pemangku kebijakan.

“Karena penuntasan stunting merupakan pekerjaan besar, harus diselesaikan bersama. Dan itu sudah kami lakukan bersama Akademisi Poltekkes Kemenkes Mataram,” tutupnya (TN06)

Related Articles

Back to top button