Lampu Penerangan Jalan dan Penataan Lingkungan jadi Keluhan Warga Tengari di Reses Abdus Sahid

Lombok Tengah, talikanews.com – Reses DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masa persidangan ke II tahun 2024/2025 benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat lingkungan Tengari, kelurahan Praya untuk mengungkap keluh kesahnya terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi di lingkungan tempat mereka tinggal.

Pada kesempatan itu, warga mengeluhkan kondisi masih ada sejumlah lampu penerangan jalan yang mati dan penataan lingkungan yang belum terwujud di lingkungan Tengari, disatu sisi Tengari merupakan wajah kota Praya.

Tokoh Masyarakat, H Najamuddin mengatakan, bisa diiketahui dari perempatan trafic light Batuson hingga SMAN 1 Praya kondisi lampu penerangan jalan masih memprihatinkan. Pasalnya masih terlihat gelap gulita. Artinya sejumlah lampunya mati.

Belum lagi tambah Najamudin, dari titik itu juga masih terlihat kumuh. Karena penataan lingkungan yang belum ada, untuk bisa mempercantik wilayah tersebut.

“Padahal diketahui ini merupakan jatung kota. Jangan hanya sebutannya saja kota, tapi masih terlihat seperti kampung,” ungkapnya Selasa (11/02/2025).

Sedangkan ketua RT 05 Lingkungan Tengari, Husnul Hatim membenarkan terhadap kondisi tersebut. Bahkan kita ini merupakan jantung kota, tapi masih terlihat belum tertata dengan baik. Begitu juga dibeberapa titik masih sangat dibutuhkan lampu penerangan jalan, salah satunya di Tengari dari perempatan Pelangi hingga wilayah Rancak lingkungan Tengari Baru masih terlihat gelap. Karena belum masuk lampu penerangan jalan.

“Kita berharap kedepan ada penataan lingkungan, sehingga bisa terlihat wajah dari kota Praya juga. Begitu pula kami berharap bisa diberikan meter oleh saudara kami Abdus Sahid yang selaku perwakilan kami di Tengari,” katanya.

Sementara, Anggota DPRD Loteng Dapil I (Praya-Praya Tengah), Abdus Sahid mengatakan, perlu diketahui bahwa dirinya baru dilantik sekitar 6 bulan yang lalu. Artinya anggaran untuk tahun 2025, ia ketahui sudah disahkan sebelum dirinya dilantik atau disahkan oleh anggota dewan yang lama. Sehingga untuk tahun ini ia mengaku belum bisa berbuat banyak dalam memenuhi keinginan masyarakat.

Sehingga terhadap keluhan masyarakat tersebut, ia berharap bisa memenuhi keinginan masyarakat secara bertahap, sebab kemampuan daerah dengan persoalan yang dihadapi masyarakat ini tidak sebanding.

“Yang diinginkan masyarakat sangat banyak, sementara kemampuan daerah terbatas, maka mana yang paling prioritas itu yang kita dahulukan. Artinya kita akan bertahap untuk merealiasasikan harapan masyarakat,” tungkasnya.(TN.06)

Related Articles

Back to top button