HIMMAH NWDI gelar Workshop dan Kemah Menulis untuk Mempersiapkan SDM Produktif
Lombok Timur, Talikanews.com – Himpunan Mahasiswa (Himmah) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Komisariat IAI Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar workshop dan kemah menulis.
Kegiatan kemah menulis yang berlangsung dari tanggal 8 s/d 9 November 2024 di Perpustakaan Lembah Hijau, Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji itu untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang produktif.
Para mahasiswa diberikan pelatihan cara menulis, simulasi, penilaian, diskusi oleh seorang pegiat literasi sekaligus Founder Perpustakaan Lembah Hijau, Lalu Abdul Fatah.
Menurut Lalu Abdul Fatah sebagai seorang yang telah berkecimpung lama di dunia literasi, mengaku pengetahuan dalam menulis sangat penting. “Menulis itu lebih menajamkan daya kritis, meningkatkan sensitifitas terhadap kata-kata dan meningkatkan citra profesional dalam diri seseorang,” katanya, Sabtu 9 November 2024.
Sementara itu, penanggungjawab kegiatan, Khaerul Majdi menjelaskan, di dalam komisariat sendiri, ekosistem tulis menulis ini baru berumur jagung. Keadaan seperti ini tentu saja menjadi salah satu indikator penghambat perkembangan organisasi di ranah komisariat, karena perkembangan tidak sekedar dilihat dari kegiatan membaca dan berdiskusi saja. Sehingga perlu sekali pembentukan ekosistem tulis-menulis dalam lingkungan himpunan itu sendiri.
“Kerja kreatif ini tidaklah mudah dan memakan waktu yang cukup lama untuk membuat kegiatan menulis menjadi tradisi di HIMMAH NWDI. Maka, perlu ketelatenan, keberanian, dan konsistensi yang tak mengenal waktu,” ucapnya.
Oleh karena itu, diselenggarakannya agenda ini, Dewan Pimpinan Komisariat menginginkan agar citra dan standar perkembangan organisasi dilihat dari berapa banyak karya yang dihasilkan oleh kader-kadernya.
Tentu ini tidak mudah, dan perlu keberanian dan konsistensi. Seperti yang disampaikan oleh seorang sastrawan masyhur, yaitu Pramodya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah sebuah keberanian dan bekerja untuk keabadian”
Ucapan Pramodya inilah yang tengah dialami oleh HIMMAH NWDI, ia kehilangan proses sejarahnya. Maka, dalam keadaan yang seperti ini, segenap kader memiliki tanggung jawab moral dan intelektual dalam proses penggalian sejarah itu. Dan satu-satunya jalan yang harus ditempuh adalah menulis.
Bukan hanya itu, kemah menulis ini juga diselenggarakan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mapan dalam memproduksi gagasan dan pemikiran yang bukan hanya berakhir dengan suara, tapi juga tercatat abadi dalam sebuah karya tulis.
Selain itu, Dewan Pimpinan Komisariat juga ingin menyambut dengan serius program Badan Riset dan Inovasi Mahasiswa (BRIM) yang akan dilaunching beberapa hari ke depan.
Dalam badan riset ini, tentu tidak bisa diramu oleh satu orang saja, maka perlu persiapan sumber daya manusia untuk meramu program ini. Maka, pemahaman tentang dunia tulis menulis sangat pening untuk menunjang berjalannya Badan Riset dan Inovasi Mahasiswa ini secara patut dan terarah. (TN07)





