
Mataram, Talikanews.com – Posisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilgub Nusa Tenggara Barat cukup penting dalam kontestasi Pilgub NTB 2024, karena akan menentukan jumlah pasangan calon, apakah tiga paslon atau head to head.
Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat, Lalu Hadrian Irfani mengaku partai yang di nahkodai Ahmad Muhaimin Iskandar sangat penting untuk menentukan tiga paslon atau head to head.
Jika PKB menjatuhkan pilihannya ke pasangan Lalu Muhamad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), maka potensi head to head itu dipastikan bakal terjadi di Pilgub NTB tahun ini.
Namun sebaliknya, ketika PKB pilihannya ke pasangan Sitti Rohmi Djalilah-Musyafirin (Rohmi-Firin). Maka Pilgub NTB 2024 dipastikan bakal diikuti tiga pasang calon. Karena sejauh ini, pasangan Rohmi-Firin diketahui masih kekurangan parpol koalisi untuk memenuhi syarat minimal keterpenuhan 13 kursi atau 20 persen di parlemen untuk dapat maju di Pilgub NTB.
Sedangkan bapaslon Zulkieflimansyah-Suhaili FT (Zul-Uhel) dan Iqbal-Dinda terbilang sudah berada diposisi aman. Bahkan terbilang syarat dukungan parpol koalisi dan keterpenuhan kursi di parlemen tercatat telah melebihi. Kemudian untuk pasangan Lalu Gita Ariadi-Sukiman (GasMan), hingga saat ini belum memiliki atau mengantongi surat dukungan dari parpol manapun.
Yang jelas kata Lalu Ari, PKB sudah mempunyai pilihan Bapaslon, hanya saja masih perlu di kaki ulang oleh DPP PKB berkaitan dengan arah dukungannya di Pilgub NTB. Karena PKB tak ingin terburu-buru dalam memutuskan sikapnya.
“Masih finalisasi. Jadi DPP (PKB) itu lagi hitung betul potensi menang. Karena masih dikaji lagi, apakah dua pasang (calon) lebih banyak manfaat atau mudharotnya dibanding tiga pasang,” ujarnya Sabtu 28 Juli 2024.
Meski demikian, PKB sudah sudah memiliki gambaran bapaslon yang akan dipilihnya nanti. “Kita sudah punya pilihan, melihat hasil survei, tinggal mengkaji ulang saja,” kata Lalu Hadrian Irfani.
Secara garis besar Desk Pilkada PKB akan memberikan dukungan kepada bapaslon yang mampu mensejahterakan masyarakat NTB. Kemudian mampu mengelola potensi luar biasa NTB dengan baik.
“Kriteria PKB untuk kepentingan masyarakat bukan golongan atau partai tertentu,” ujarnya.
Kriteria itu sudah terlihat pada bapaslon pilihan PKB dan keputusan resmi akan diputuskan paling telat pada pekan depan. “Insya Allah, nanti paling telat kita umumkan pekan depan,” katanya.
Ari berharap kepada semua tim sukses, juru bicara (para bapaslon) atau apalah namanya, agar bisa bersabar. Jangan main klaim dulu.
“Kalau ada klaim-klaim sudah di dukung PKB saya pastikan belum final. Jadi tunggu saja sabar,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Bapaslon Zul-Uhel telah mendapatkan dukungan dari PKS (8 kursi), NasDem (4 kursi) dan Demokrat (6 kursi). Kabarnya lagi, Hanura (1 kursi). Jika ditotalkan, artinya Zul-Uhel telah mendapatkan dukungan sebanyak 19 kursi di DPRD NTB.
Jumlah itu telah melampaui syarat minimal dukungan 13 kursi DPRD Provinsi NTB. Kemudian Iqbal-Dinda juga telah mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra (10 kursi) PAN (4 kursi), dan PPP (7 kursi). Jika ditotalkan, Iqbal-Dinda saat ini telah mendapatkan dukungan sebanyak 21 kursi di DPRD NTB. Sedangkan syarat minimal di DPRD NTB untuk maju Pilgub cukup mendapatkan 13 kursi saja. Artinya, Zul-Uhel dan Iqbal-Dinda berada diposisi aman bahkan melampaui.
Kemudian untuk bapaslon Rohmi-Firin belum lama ini telah mengantongi dukungan resmi dari Partai Perindo (3 kursi). Kabarnya pasangan ini juga didukung oleh PDI Perjuangan (4 kursi). Jika ditotalkan, pasangan itu baru mendapatkan 7 kursi. Artinya bapaslon Rohmi-Firin masih kekurangan enam kursi lagi. Jika pasangan tersebut berhasil mendapatkan dukungan PKB, maka syarat minimal 13 kursi di parlemen bisa terpenuhi dan bakal mulus mendaftar ke KPU. (TN07)