Penyelundupan Ribuan Benih Lobster tujuan Singapura Terdeteksi Xray di Bandara Lombok

Lombok Tengah, Talikanews.com – Ribuan benih lobster yang akan diselundupkan ke Singapura melalui Bandara Internasional Lombok berhasil digagalkan setelah terdeteksi alat sistem Xray tanggal 27 Maret 2024.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Lombok Minggus E.T Gandeguai menjelaskan, BBL tersbut terdeteksi alat Xray. Alata tesebut memang untuk pemeriksaan barang bawaan penumpang yang dinilai akan membahayakan.

Dia menegaskan, temuan pengiriman ribuan benih Lobster itu telah dilimpahkan kewenangan bantuan untuk pengamanan petugas yang berwenang yakni balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Provinsi NTB.

“Kami hanya dapat melihat seperti apa yang kita temukan kemudian keputusannya ada di teman-teman BKPM, mereka yang memverifikasi,” ujarnya, Rabu 3 April 2024.

Menurutnya, pabila ada temuan seperti benih lobster, pihaknya hanya melakukan koordinasi dengan pihak berwenang begitu juga ketika ada temuan barang lain, seperti penyelundupan narkoba dan lainnya.

“Begitu di exray mendeteksi kemudian kami koordinasikan kepada yang memiliki kewenangan jadi bukan di kami,” terangnya.

Minggus memastikan bahwa, pihaknya tidak ikut terlibat dalam upaya penyelundupan benih lobster tersebut. Apabila ada petugas bandara atau angkasa pura yang ditemukan ikut terlibat akan diberikan sanksi tegas.

“Tida ada petugas kami yang ikut, kalau misalnya ada yg kami temukan kami akan berhentikan,” tandasnya.

Salah seorang petugas dari Balai Karantina, Ikan dan Tumbuhan NTB, Samsudin mengaku mendapat informasi dari pihak bandara terkait temuan benih lobster tersebut.

“Kami mendatangi TKP untuk menyaksikan barang tersebut, menurut labelnya yang di bagasi bahwa tujuan benih lobster itu dibawa dari Lombok ke Singapura,” katanya.

Samsudin memaparkan jenis benih lobster seperti jenis paasir sebanyak 32 bungkus atau 16.096 ekor, dan delapan bungkus jenis mutiara atau 2.496 ekor. Kendati demikian pihaknya telah menyerahkan barang tersebut ke BPSPL dibawah kementerian kelautan dan perikanan. “Itu sudah diserahkan ke BPSPL dan sudah dilepas liarkan ke daerah Sekotong kemarin pas hari kejadian tanggal 27 Maret,” tandasnya.

Adanya penyelundupan itu membuat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Taupik Hidayat kecewa atas jawaban pihak Angkasa Pura, dan Balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Provinsi NTB.

Bahkan Taupik merasa kecewa karena pihak Airline tidak hadir dalam hearing yang dilakukan di ruang Mandalika Angkasa Pura, Rabu 3/4/2024.

“Kami sangat kecewa belum menemukan jawaban yang valid. Apalagi pihak Airline tidak hadir saat hearing,” tegasnya.

Untuk itu, ia berencana akan melaporkan persoalan tersebut ke Polda NTB dan meminta Polda NTB mengusut tuntas persoalan ini, mencari tau siapa oknum yang bermain dalam kasus ini. “Kemungkinan setelah lebaran kami akan layangkan laporan ke Polda NTB,” tegasnya.

Temuan itu diduga banyak kejanggalan. Pertama, kenapa sampai bisa lepas pelakunya. Padahal pelakunya saat itu berada di ruang tunggu. Tapi anehnya pelaku turun dan menghilangkan jejak ketika koper miliknya sudab diamankan oleh petugas.

Kedua, ia menduga benih lobstet yang informasi dari Balai karantina hewan, ikan, dan tumbuhan Provinsi NTB bawa benih itu sudah dilepas liarkan semuanya di daerah Sekotong.

Hanya saja, apa benar semuanya dilepas, karena pihak balai hanya memiliki bukti dalam bentuk foto saja, melainkan tidak memiliki video dari awal buka koper sampai tuntas benar-benar semua benih lobster itu dilepas.

“Memang disatu sisi kami apresiasi pihak balai dalam menjaring peredaran benih lobster tersebut. Namun di lain sisi, kami merasa kecewa dan menduga apakah benar semua benih lobster itu di lepas liarkan semuanya,” pungkasnya. (TN05)

Related Articles

Back to top button