
Lombok Tengah, Talikanews.com – Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 81, Kepala Desa Barabali, Kecamatan Batu Kliang, Lombok Tengah, L. Junaidi membeberkan luas wilayah secara monografi dan keadaan Desa yang lahir tahun 1942 tersebut.
Dihadapan Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri, Sekda, L. Firman Wijaya, Camat Batu Kliang, Kepala BKD dan Anggota BKD, Ibu-ibu PKK, Anggota Bawaslu Loteng Usman Faisal, Kadis Sosial Loteng, dan Para tamu undangan lainnya. Lalu Junaidi menuturkan bahwa, Desa Barabali merupakan desa tertua di Kecamatan Batu Kliang.
“Saya tidak berbicara tentang sejarah Desa Barabali, tetapi izinkan kami meraih tujuan kedepan dalam mengukir sejarah di Desa Barabali dengan berbagai macam peradaban dan perubahan dari era ke era, zaman ke zaman sehingga pada HUT ke-81 Desa Barabali yang mengusung tema, Desa Barabali Cerdas Menuju Desa Digital,” tuturnya, Sabtu 30 Desember 2023.
Lalu Junaidi menjelaskan, secara monografi luas wilayah Desa Barabali sebelum melakukan pendataan hanya 600,7 hektare, tetapi setelah pendataan ulang oleh kepala wilayah se-Desa Barabali dan menjadi acuan, baik dari BPS dan BPN sehingga luas total wilayah Desa Barabali 11.600,52 KM² atau sama dengan 116,952 terdiri dari lahan pertanian atau sawah seluas 452,27 km2/4573 hektar, lahan perkebunan 392,97 km2/3930 hektar, pekarangan 252 km2 /2520 hektar.
“Dari beberapa hasil pendataan itu, kedepan bahwa lahan perkebunan akan menjadi perhatian kita,” ungkapnya.
Lalu Junaidi memaparkan, di Desa Barabali lahan perkebunan merupakan lahan tidur, yang tentu akan merubah pola pikir selaku masyarakat Desa untuk menentukan komuditi dan komuditas yang akan dikembangkan melalui desa digital dan aplikasi yang akan ditampilkan ke depan.
“Hasil pendataan, Desa Barabali sampai saat ini berjumlah 15.491 jiwa terdiri dari laki-laki 7.649 jiwa dan perempuan 7842 jiwa yakni terdiri dari petani dan buruh tani sebanyak 3699 orang atau 24%, mengurus rumah tangga 2958 orang atau 19%, wiraswasta 2292 orang atau 15%, pedagang 1587 orang atau 10%, peternak 1187 orang atau 8%, dan lainnya 1491 atau 10%,” jelasnya.
Oleh karena itu, ada rencana pembangunan jangka menengah dengan Visi terwujudnya masyarakat Desa Barabali yang aman, intelektual, kreatif menuju desa mandiri dan religius.
Dengan demikian, peringatan HUT Desa Barabali ke-81 ini, tema Barabali cerdas dan menuju desa digital, karena Desa Barabali hari ini telah dapat meraih desa mandiri berdasarkan indeks desa membangun IDM tahun 2021 sampai di tahun 2023, sehingga kedepan diberharap masyarakat Desa Barabali wabil khusus perangkat desa dapat menjalankan proses-proses pelayanan berbasis digital sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan murah, tentunya.
Kades menambahkan, dari serangkaian visi misi dan bidang strategis yang telah ditetapkan maka diperlukan program sebagai pelaksana konkrit dari segenap harapan dan cita-cita bersama
Pengembangan potensi desa dengan cara, pendayagunaan desa secara optimal kedua peningkatan sarana dan prasarana desa ketiga menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.
Lalu Junaidi juga menjelaskan, pengembangan sumber daya manusia dilakukan dengan cara terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan pelatihan, peningkatan fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, membuka akses informasi dengan lembaga penyedia jasa pelatihan, menumbuhkan jiwa semngat kewirausahaan, pengembangan pelayanan masyarakat, pengembangan kualitas dan kualitas perangkat, pelayanan dan pendapatan perangkat desa.
Kemudian pengembangan dan pemanfaatan lingkungan yang sangat mendukung, karena sudah saya sampaikan beberapa hal mungkin bisa menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
“Dari sekian jumlah jiwa yang sudah saya sampaikan, masyarakat Desa Barabali sebagai penerima bantuan berjumlah 1278 KK untuk PKH, 1915 KK untuk BPLT, 6200 jiwa untuk BPJS yang bersumber dari APBN. Untuk itu kami berharap ada peningkatan dan menjadi perhatian karena selama ini baik pemerintah desa dan kepala dusun sering menjadi sorotan terhadap masa yang belum dapat menerima bantuan. Kami membutuhkan atensi dan perhatian dari pemerintah, baik dari kabupaten, provinsi, bahkan pusat,” tutupnya. (TN04)