DPRD Loteng Sepakati Penyempurnaan Hasil Evaluasi Gubernur atas Ranperda APBD Tahun Anggaran 2024

Lombok Tengah, Talikanews.com – DPRD Kabupaten Lombok Tengah akhirnya menyepakati penyempurnaan atas surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 903 – 836 Tahun 2023, tanggal 22 Desember 2023 tentang evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 dan Rancangan Peraturan Bupati Lombok Tengah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024.

Hasil kesepakatan ini tetapkan dalam rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan kinerja pimpinan DPRD tahun sidang 2023, dan penutupan masa persidangan pertama tahun sidang 2023- 2024 serta pembukaan masa persidangan kedua tahun sidang 2023-2024, berlangsung Kamis 28 Desember 2023.Sidang tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Loteng, H. Mayuki, S.Ag.

Mayuki menyampaikan, sebelum dilakukan kesepakatan atas penyempurnaam hasil evaluasi RAPBD tahun 2024 itu, terlebih dahulu Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah melakukan pembahasan dan kajian ulang atas SK Gubernur tersebut pada tanggal 27 Desember 2023.

Sehingga dari hasil pembahasan itulah menetapkan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Tengah tentang Penyempurnaan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2024 dan Rancangan Peraturan Bupati Lombok Tengah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2024.

Selanjutnya menyetujui pendapatan daerah sebesar Rp 2,559 triliun terdiri dari Pendapatan asli daerah sebesar Rp 315,849 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp 2,27 triliun, serta pendapatan lain-lain sebesar Rp 35,471 miliar.

Kemudian belanja daerah sebesar Rp 2,538 Triliun. Begitu pula pembiayaan daerah terdiri dari pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 20, 787 miliar. “Dalam pembiayaan itu juga minus Rp 20,787 miliar,” tungkasnya. (TN05)

Exit mobile version