
Mataram, Talikanews.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) melakukan Musyawarah Daerah (Musda) ke IV periode 2023 – 2028, di Mataram tanggal 14 November.
Musda HPI tersebut dihadiri Dewan Pimpinan Pusat, Imam Widodo didampingi Sekjen Raihan dan ratusan peserta lainnya.
Ada tiga calon kuat merebut posisi nahkoda guide itu yakni, Lalu Fatwir Uzali menggantikan Dr.Ainudin berdasarkan hasil voting mendapat 131 suara, Edi Firman peroleh 46 suara dan Taufik Sudiyatno sebanyak 85 suara.
Lalu Fatwir bersyukur terllah dipercaya menahkodai HPI NTB dan apresiasi pihak penyelenggara Musda IV serta seluruh stakeholder terkait dalam kepanitiaan.
“Hari ini kita telah menyelesaikan kegiatan yang sangat luar biasa, artinya bahwa sangat strategis bagi kemajuan pariwisata NTB. Kami para guide atau kita sebut pramuwisata adalah garda terdepan, orang-orang yang terdepan dalam kegiatan kepariwisataan yang berkaitan dengan pelayanan wisatawan,” kata sapaan Miq Wink ini.
Untuk itu, harus bisa bersinergi dengan semua unsur, termasuk media, instansi-instansi pemerintah maupun swasta. “Semua personil yang disebut pramuwisata ini harus bisa profesional, berintegritas dan berpikir tentang kesejahteraan,” ujarnya.
Miq Wink menjelaskan beberapa hal yang akan diupayakan ke depan, seperti bagaimana para pramuwisata meyakini bahwa guide itu pekerjaan yang sangat menjanjikan, luar biasa dan pekerjaan pramuwisata ini digandrungi kalangan generasi muda atau generasi milenial dan saat ini banyak generasi milenial mencoba terjun ke pekerjaan menjadi pramuwisata atau tour guide.
“Saya selaku ketua terpilih berharap kepada semua teman-teman yang tergabung dalam HPI ini harus bisa berpartisipasi membangun kepariwisataan di NTB dengan predikat sebagai Pramuwisata,” imbuhnya sembari menegaskan akan segera bekerja dan tidak ada euporia yang terlalu banyak.
Sementara, Ketua DPP HPI, Imam Widodo berpesan kepada seluruh pengurus yang tergabung dalam HPI khususnya Ketua HPI yang baru terpilih supaya dalam mengurus HPI dilakukan dengan hati yang tulus. Kedua mengedepankan transparansi, komunikasi, inovasi dan kolaborasi.
“Tentunya kepengurusan yang baru ini bisa lebih maju,” kata Imam.