Angka Inflasi NTB Mengalahkan Nasional, DPRD Tawarkan Dua Pilihan kepada Pj Gubernur
Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Anggota Komisi V DPRD NTB, TGH Patompo Adnan kaget angka inflasi Nusa Tenggara Barat mengalahkan Nasional, seperti yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.
Menurut Patompo, persoalan inflasi harus dijadikan perhatian dan tanggungjawab Penjabat (Pj) Gubernur NTB agar fokus bekerja secara maksimal dalam mengendalikan laju inflasi.
“Melihat data yang disampaikan BPS Provinsi NTB cukup mengagetkan. Oleh sebab itu Komisi V minta kepada Pj Gubernur agar fokus pada kerja mengendalikan laju inflasi ini,” kata Patompo, Sabtu 4 November 2023.
Menurut Politisi PKS ini, persoalan inflasi sangat serius. Oleh karenanya, ia berharap Pj Gubernur NTB agar fokus menyikapi dengan harapan ekonomi bisa stabil. Apalagi saat ini daya beli masyarakat memburuk. Salah satu akibat dari kemarau berkepanjangan. Kekeringan di mana-mana, masyarakat membutuhkan air bersih.
“Sekali lagi kami minta Pj Gubernur NTB fokus pada stabilitas ekonomi,” pinta Komis bidang kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan.
Menurut Ketua Fraksi PKS NTB itu, apabila stabilitas ekonomi terganggu, maka akan berdampak pada hal lainnya terutama stabilitas sosial.
Mengingat kinerja Pj Gubernur akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali oleh Pemerintah Pusat maka ia mendorong Pj Gubernur NTB fokus menyikapi berbagai persoalan di daerah.
“Waktu tinggal sedikit, pilihannya maju melaju atau diam melayu. Oleh karenanya fokuslah turunkan angka itu,” tegas Dewan Udayana Dapil Lombok Tengah 8.
Sebelumnya Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyuddin merilis perkembangan Inflasi gabungan dua Kota yakni Mataram dan Kota Bima untuk bulan Oktober 2023.
Pada bulan Oktober 2023, inflasi year on year (y–on–y) gabungan dua kota ini sebesar 2,66 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,18 pada bulan Oktober 2022 menjadi 115,17 pada bulan Oktober 2023. Angka inflasi ini lebih tinggi dibanding angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,56 persen.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi y–on–y sebesar 2,75 persen dan Kota Bima mengalami inflasi y–on–y sebesar 2,34 persen.
“Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 4,47 persen,” kata Wahyuddin.
Kemudian kelompok transportasi sebesar 3,19 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,18 persen. Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,09 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,76 persen.
Untuk kelompok pendidikan sebesar 1,56 persen; kelompok perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 1,38 persen. Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 1,26 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 1,15 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 1,14 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,36 persen.
“Inflasi month to month (m–to–m) Gabungan Dua Kota di Bulan Oktober 2023 sebesar 0,30 persen. Sedangkan inflasi year to date (y–to–d) di Bulan Oktober 2023 sebesar 2,30 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi year to date (y–to–d) di Bulan Oktober 2022 sebesar 5,85 persen,” tutupnya. (TN06)





