DPRD Loteng Sindir Pemda Anak Tirikan Guru Honorer PAUD, Lebih Membiayai Konser Dewa 19
Lombok Tengah, Talikanews.com – Polemik konser Dewa 19 tanggal 27 Oktober 2023 di Lapangan Bundar Praya, masih terjadi. Kali ini muncul dari DPRD Lombok Tengah yang menyebut bahwa Pemda anak tirikan Guru Honorer PAUD, lebih memilih buang dana besar untuk konser tersebut.
Salah seorang anggota Komisi IV DPRD Loteng Legewarman kaget mendapat informasi bahwa anggaran konser Dewa 19 itu menelan biaya Rp 1,4 Miliar dari APBD Loteng tahun anggaran 2023.
Disatu sisi Pemda Loteng lupa dengan kesejahteraan guru honorer Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Buktinya, dari tahun 2015 hingga tahun 2023 insentif mereka tidak kunjung dinaikkan. Hanya menerima Rp 100 ribu per bulan.
“Kami dari tahun 2015 hingga sekarang terus bersuara dan memperjuangkan untuk dinaikkan insentif mereka. Tapi Pemda terkesan tidak punya itkad baik terhadap guru-guru honor PAUD. Buktinya mereka hanya menerima Rp 100 ribu per bulan,” kata Lege, Selasa 31 Oktober 2023.
Parahnya kata Politisi PBB ini, di tahun 2024 pun tidak ada dibahas soal kenaikan insentif guru honorer PAUD tersebut. Artinya, didalam anggarannya tetap sebesar Rp 1,2 Miliar pertahun.
“Saya hanya minta Pemda bisa menaikkan honor mereka dari Rp 100 ribu menjadi Rp 200 ribu. Tapi, Pemda sekali pun tidak ada perhatian dan komitmennya untuk peduli terhadap nasib dan kesejahteran guru honor PAUD,” terangnya.
Untuk itu, ia menilai Pemda terkesan menganaktirikan Guru PAUD yang honorer. Disatu sisi, malah Pemda mampu mendatangkan band Dewa 19 yang terkesan mengahamburkan uang daerah. “Ini Pemda terlihat seoalah-olah tidak memanusiakan rekan-rekan guru honorer PAUD,” sentilnya.
Sebenarnya lanjut Legewarman, jika Pemda punya niat untuk menaikkan insentif Guru honorer PAUD tentu pasti bisa. Tapi, ini memang Pemda tidak peduli terhadap mereka.
“Justru yang perlu diketahui, pemda hanya memberikan insentf Rp 100 ribu itu untuk satu guru per satu lembaga. Artinya jika di dalam satu lembaga itu ada 3 sampai lima orang, maka uang Rp 100 ribu hanya bisa dibagi sama-sama Rp 20 ribu atau sampai Ro 30 ribu. Apa ini namanya memanusiakan orang,” tegasnya.
Sedangkan jumlah guru honor PAUD di Loteng sebanyak 1.050 orang. Untuk itu, ia berharap Pemda Loteng bisa memperhatikan nasib dan kesejaheraan guru honor PAUD. (TN05)





