Kontraktor Bersatu NTB akan Persembahkan “Karangan Bunga Utang” kepada Gubernur

Mataram, Talikanews.com – Menjelang berakhir massa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah – Dr Sitti Rohmi Djalillah, tanggal 19 September mendatang. Kontraktor bersatu akan persembahkan karangan bunga bertuliskan “Purna Bhakti Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah. Utang Pemprov NTB tahun 2022..? Selamat untuk NTB Gemilang”.

Karangan bunga tersebut sengaja dibuat bentuk protes tidak mampunya Gubernur menyelesaikan pembayaran utang kepada puluhan kontraktor yang bersumber pada APBD tahun 2022 dan akan dikirim ke Kantor Gubernur jalan Pejanggik Mataram, menjelang malam akhir jabatan.

Salah seorang kontraktor, Ahmad Amrullah menjelaskan ada 40 kontraktor menagih utang ke Pemprov NTB karena belum dilunasi selama 2 tahun terakhir ini.

“Pimpinan daerah sebelumnya meninggalkan sejarah, tapi periode 2018-2023 ini meninggalkan utang. Oleh karena itu, karangan bunga ini kita buat dan akan kita kirim sebagai bentuk belasungkawa peninggalan utang yang belum dilunasi oleh Gubernur kepada puluhan kontraktor,” kata Amrullah, 17 Agustus 2023.

Amrullah menegaskan, akibat belum dilunasi pembayaran proyek sumber APBD Pemprov NTB tahun 2022, membuat para kontraktor merugi.

“Kita pesan karangan bunga itu untuk Gubernur NTB. Kita lakukan itu karena merasa terdzolimi. Selain karangan bunga, kita juga kirim Kue ulang tahun kedua untuk utang,” katanya.

Lain halnya disampaikan Haji Rahmat. Kontraktor satu ini meminta agar penjabat gubernur yang akan menggantikan posisi Zulkieflimansyah harus bisa mengatasi masalah kondisi ekonomi Pemprov NTB sebelum pilkada 2024.

“Pembangunan tahun 2023 supaya bisa diselesaikan oleh Pj gubernur nanti. Utang ini juga mudahan bisa dibayar di tahun 2023. Karena kami sudah jenuh menagih tapi belum dibayar,” katanya.

Haji Rahmat mememberkan hutang tersisa di teman-teman kontraktor APBD 2022 sekitar Rp 4 Miliar. “Kalau gubernur tidak bisa menyelesaikan utang itu, iya kita minta supaya Gubernur membuat surat pengakuan utang APBD 2022 dan APBD-P 2022,” katanya.

Surat pengakuan utang yang bersumber dari APBD perubahan 2022 itu kata Aji, nantinya untuk mengingatkan bahwa Pemerintah di bawah kepemimpinan Zulkieflimansyah meninggalkan utang.

“Tentu ini dasar supaya utang ini bisa dibayarkan oleh Pj Gubernur. Karena kepemimpinan Dr Zul ini berkahir tanggal 19 September 2023. Kami pesimis bisa menyelesaikan utang tersebut,” tutupnya.

Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, yang dikonfirmasi via WhatsApp, belum memberikan tanggapan terkait rencana pengiriman karangan bunga oleh para kontraktor tersebut. (TN-06)

Related Articles

Back to top button