Distanbun NTB datangi Pemkab Bogor terkait cara mendidik Generasi muda menjadi Petani Milenial

Bogor, Talikanews.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, berkunjung ke Pemkab Bogor, Provinsi Jawa Barat, kaitan petani milenial.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Ni Nyoman Darmilaswati menyampaikan maksud kedatangan itu untuk lebih jauh mengetahui cara Pemkab Bogor dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Bogor mengembangkan petani milenial.

“Kami ingin mengetahui bagaimana mengembangkan pertanian terintegrasi namun didalamnya ada keterlibatan petani milenial,” ungkap Sekretaris bersama Forum Wartawan Parlemen NTB, Selasa 8 Agustus 2023, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kabupaten Bogor.

Sekdis menjelaskan, Pemprov NTB mengharapkan agar milenial bergerak di industri olahan pertanian. Sehingga intervensinya pada teknologi pertanian dan hasil pertanian. Terlebih kedepan, cara-cara manual dan tradisional semakin akan ditinggalkan seiring dengan semakin banyaknya produk teknologi dalam pengembangan pertanian.

“Yang kita harapkan adalah anak-anak muda yang baru menyelesaikan bangku kuliah jurusan pertanian agar konsen di bidang pertanian. Kita juga memiliki banyak lulusan SMK pertanian, kita sudah kerjasama dengan dunia usaha dan industri agar mereka menekuni pertanian,” tuturnya.

Hal ini dilakukan karena, sektor pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia. Apalagi, dunia internasional saat ini semakin membutuhkan pangan sebagai asupan pokok yang harus tersedia setiap hari. Dan Provinsi NTB adalah salah satu provinsi yang swasembada pangan, karena target produksi padi sudah terlampaui. Misalnya di 2021 produksi padi NTB sebanyak 1,42 juta ton, meningkat sebanyak 102.370 ton atau sebesar 7,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1,32 juta ton GKG.

“Produksi padi kita bahkan surplus. Sehingga beras produksi NTB banyak yang keluar. Namun seiring dengan program industrialisasi, beras yang dihasilkan di NTB nantinya akan diolah menjadi tepung karena yang kita kedepankan adalah industri olahan,” ujarnya.

Sementara itu, Sub koordinator program dan pelaporan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Suhartono, memaparkan Pemkab Bogor terus mendidik pemuda setempat menjadi petani milenial untuk memasarkan hasil produksi pertanian dengan cara membuat kontens pemasaran.

Hingga saat ini OPD, baru bisa membina 10 persen pemuda untuk menjadi petani milenial, yang ditugaskan membuat kontens pemasaran hasil produksi pertanian. Di satu sisi, luas lahan pertanian sawah 36 ribu hektare.

“Kita punya program pancakrsa seperti gerakan beli beras petani, penerbitan kartu petani , produksi kopi robusta, petani milenial. Ini tentu untuk meningkatkan PAD,” tuturnya.

Selain membuat kontens pemasaran komoditi, petani milenial itu di didik budidaya kembangkan sayur dan jambu kristal. “Kita gelar lomba untuk memantik semangat petani milenial. Difasilitasi juga alat membuat kontens oleh Pemda, meskipun tidak diberi insentif, karena insentif itu berlaku ke penyuluh saja,” ujarnya. (TN-06)

Related Articles

Back to top button