PMII Lombok Tengah Datangi Dinas Kesehatan Terkait Pembangunan Puskesmas

Lombok Tengah, talikanews.com – Puluhan massa yang yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah, NTB gelar aksi unjukrasa di Kantor Dinas Kesehatan setempat.

Dalam aksinya tersebut, massa menuntut terkait kejelasan pembangunan Puskesmas Batunyale dan Batu Janngkih yang mangkrak dan memakan anggaran negara Rp.11.613.467.000,- bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

Korlap aksi, Imam Aikok menyampaikan bahwa aksi yang mereka gelar untuk menuntut kejelasan proyek pembangunan dua Puskesmas yang sudah mangkrak hampir 3 Tahun.

“Kita menuntut kejelasan dari pembangunan puskesmas Batunyale dan Batu Jangkih yang sampai detik ini belum rampung,” ucapnya Senin, (26/6/2023).

Sementara itu Ketua l cabang PMII Loteng, L. Dita Putra, bahwa pihaknya menduga ada praktek korupsi yang dilakukan Pejabat Pembuat komitmen (PPK) dan kontraktor yang mengerjakannya.

“Kami menduga ada praktek korupsi di dua proyek pembangunan puskesmas tersebut sehingga tidak kunjung jadi, dan masyarakat sebagai korban karena tidak mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak,” ungkapnya.

Ia menambahkan berdasarkan temuan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) ada kelebihan pembayaran di kedua proyek puskesmas tersebut senilai Rp 1,1 Milyar dan tentu menimbulkan kerugian negara.

“Kami meminta PPK dan kepala dinas hadir menemui kami untuk menjelaskan tindak lanjut dari dua Puskesmas tersebut,” pungkasnya..

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Loteng, Suardi mengatakan, bahwa dua proyek pembangunan puskesmas akan dilanjutkan sesuai dengan aspirasi mahasiswa.

“Kalau puskesmas Batunyale sudah selesai dan kami sudah menyerahkan kuncinya. Kalau Puskesmas Batujangkih akan segera kita lelang akan menggunakan sisa dana sekitar Rp1,9 miliar,”ucapnya di hadapan massa aksi.

Selain itu kata Suardi, pihaknya terus akan membenahi fasilitas kesehatan di Kabupaten Loteng termasuk puskesmas yang lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Tidak hanya Puskesmas Batujangkih yang kami pikirkan. Tapi ada 11 puskesmas yang juga kami pikirkan yang belum layak standar prototipe,” ujarnya.

Suardi menjelaskan bahwa, saat pembangunan puskesmas Batunyale dikerjakan dirinya belum menjabat sebagai kepala Dinas. Namun hal itu menjadi tanggung jawab yang harus di selesaikan.

“Saya sebagai kepala Dinas Bertanggungjawab penuh untuk dua puskesmas ini harus selesai,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya telah menyediakan fasilitas sementara untuk melayani masyarakat sementara puskesmas yang sedang dalam pengerjaan tersebut bisa dipergunakan.(TN.red)

Exit mobile version