Wagub NTB masih Berkutat Masalah Stunting, Buat Barometer Kades Sukses

Lombok Timur, Talikanews.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, terus berkutat masalah penurunan angka stunting. Karena angka stunting di NTB berdasarkan Elektronik – Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) terus mengalami penurunan. Tahun 2019 hasilnya 25,5 persen input baru 70,5 persen, kemudian tahun 2020 sebanyak 23,3 persen, untuk inputnya 82,7 persen. Mulai 2021 setelah 100 persen, posyandu keluarga terbentuk di NTB inputnya sudah 98,54 persen dan hasilnya 19,2 persen. Tahun 2022 menjadi 16,8 persen dan 2023 report terakhir pada Februari 2023 dengan input 97,87 persen hasilnya 14,76 persen.

Rohmi pun menjelaskan salah satu barometer kesuksesan kepala desa adalah keberhasilannya menurunkan angka stunting di desanya. Hal tersebut disampaikan saat membuka pelaksanaan gerakan Bhakti Stunting, intervensi pemberian protein hewani, di Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Pohgading, 5 Juni 2023.

“Kades yang sukses adalah yang berhasil menurunkan stunting,” katanya.

Menurut Wagub, penurunan stunting sebagai barometer kesuksesan kepala desa merupakan kunci sukses pembangunan masa depan. Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan sumber daya manusia tak kalah pentingnya. Dengan kita memerangi stunting saat ini, maka generasi sepuluh hingga duapuluh tahun yang akan datang menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, dilanjutkan Wagub, pengukuran tinggi dan berat badan harus dilakukan sesuai kenyataan. Kasus stunting bukanlah aib yang harus disembunyikan melainkan tantangan untuk dituntaskan sesegera mungkin. “Ukur sesuai dengan kenyataan,” himbau Wagub.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. Ir. H. Iswandi menjelaskan Bappeda NTB akan terus memantau 15 Desa yang ada di Kecamatan Pringgabaya selama tiga bulan ke depan. Bantuan berupa telur akan diberikan kepada kelompok sasaran berdasarkan data puskesmas setempat. Provinsi NTB melalui Bappeda akan bekerjasama dengan Pemkab Lotim untuk intervensi pemberian protein hewani berupa telur kedepannya.

“Semoga bhakti stunting di Kecamatan Pringgabaya ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat sasaran,” tandasnya. (TN-06)

Related Articles

Back to top button