258 Siswa di Lombok Tengah Putus Sekolah akibat Ekonomi dan Menikah

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dinas Pendidikan, Lombok Tengah, NTB mencatat jumlah anak putus sekolah di tahun 2022 sebanyak 258 orang. Baik jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), lantaran ekonomi dan menikah.

“Dari 258 orang itu, untuk jenjang SMP sebanyak 91 orang putus sekolah dan jenjang SD 167 orang karena faktor ekonomi dan pernikahan dini,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Loteng, H. L. Idham Khalid, Senin 8 Mei 2023.

Lalu Idham menjelaskan, faktor terbanyak siswa yang putus sekolah itu karena masalah ekonomi dan banyak yang beralasan membantu orang tua mencari nafkah sehingga pendidikan terbengkalai, ada juga faktor pernikahan dini.

Dinas terus mengedukasi dan mencari solusi kepada kepala sekolah agar bisa mengurangi angka putus sekolah tersebut. Bahkan meminta kepada pihak sekolah, jika ada yang putus sekolah gegara faktor ekonomi dan pernikahan dini, supaya segera melapor ke Dinas Pendidikan untuk dicarikan solusi, setidaknya bisa diberikan bantuan melalui mitra-mitra dalam hal ini Baznas.

Dinas Pendidikan juga berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Loteng layak anak, oleh karena itu angka putus sekolah ini harus bisa diatasi.

“Kita berkomitmen untuk mengentaskan angka putus sekolah ini, kedepan Loteng Nihil dari kasus putus sekolah,” pungkasnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button