Ribuan Jiwa dan Ratusan Hektare Sawah Masyarakat Sumbawa Terendam Banjir Bandang
Sumbawa, Talikanews.com – Ribuan jiwa dan ratusan hektare persewahan masyarakat di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), terendam banjir bandang, yang terjadi Selasa 14 April 2023, pukul 15.00 s.d 18.00 Wita.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Muhammad Nurhidayat menyampaikan, hasil assesment tim hingga pukul 22.20 Wita, membuat ribuan jiwa terendam rumahnya akibat banjir bandang.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Wilayah Sumbawa dan sekitarnya, juga tingginya sedimentasi di daerah aliran sungai serta tidak maksimalnya bangunan infrastruktur pengaman tebing di wilayah terdampak. Menyebabkan banjir bandang ini,” ungkapnya Selasa 4 April 2023.
Muhammad Nurhidayat menjelaskan dampak banjir bandang di Kecamatan Lenangguar khususnya Desa Lenangguar, ada 26 Kepaka Keluarga terdampak, dan lebih kurang 49 hektare persawahan terendam.
“Desa Ledang dan permukiman warga yang berada di bantaran sungai, tergenang,” katanya.
Untuk di Desa Rate, sekitar 27 hektare padi masyarakat di Orong Reban yang siap panen hanyut akibat banjir. Tidak hanya itu, beberapa hewan ternak milik warga, mati. Terjadi tanah longsor pada tebing permukiman yang semakin meluas, akibat ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Di Kecamatan Moyo Hulu, seperti di Desa Lito, sebanyak 770 jiwa terdampak yang di Dusun Lito Aku saja sebanyak 70 jiwa, Lito B sebanyak 524 hiwa, dan Lito Jam sebanyak 176 jiwa.
“Ada lima unit rumah hanyut, jembatan penghubung Desa Lito dan Desa Lantung ambruk diterjang banjir bandang dan tidak bisa dilintasi kendaraan. Sekitar 50 hektare persawahan di Dusun Bage Loka terendam banjir,” ujarnya.
Di Desa Semamung, jembatan gantung di Belakang Kantor Desa amblas, disana ada dua unit rumah warga hanyut. Sedangkan di Desa Brang Rea, terdapat tiga unit rumah warga hanyut, sebanyak 11 kepala keluarga 44 jiwa terdampak, delapan unit rumah rusak dan pabrik penggilingan hanyut.
Kemudian di Desa Sebasang, ada dua unit mobil hanyut, dua rumah milik warga setempat ikut hanyut dan beberapa ruas jalan terkikis air bah. “Di Desa Batu Tering, lima kepala keluarga dengan 15 jiwa terdampak dan lima rumah hanyut. Di Desa Maga Karya, terdapat beberapa rumah terendam,” ujar Muhammad Nurhidayat.
Muhammad Nurhidayat menambahkan, di Kecamatan Empang, seperti di Desa Empang Bawah, terdapat beberapa rumah warga tergenang. Di Kecamatan Ropang, khusus Desa Lebin, terdapat kerusakan jalan Kabupaten dengan titik terparah sepanjang 3 KM. Sekitar 1,5 KM sebelum masuk Desa Lebin, dan 1,5 KM lainya setelah Desa Lebin. “Di Kecamatan Lunyuk, ruas jalan lintas Lunyuk Sumbawa mengalami longsor. Sementara di Kecamatan Alas, Desa Marente, Pipa PDAM mengalami kerusakan,” tuturnya.
Upaya yang dilakukan lanjut Muhammad Nurhidayat, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, melakukan pelaporan dan penyebaran informasi dan masih assesment dampak bencana. “Kami terus berikan himbauan potensi bencana yang dapat terjadi pada perahilan musim kepada masyarakat,” tutupnya (TN-06)





