18.650 Balita Di Lombok Tengah Mengalami Stunting
Lombok Tengah, Talikanews.com – Sebanyak 18.650 Bawa Lima Tahun (Balita) mengalami stunting atau gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi yang dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tahun 2022.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah, Baiq Sri Hastuti Handayani mengaku terjadi penurunan angka stunting pada tahun 2022. Data tahun 2018 sebanyak 30,81 persen, tahun 2022 menurun diangka 20,81 persen sehingga menjadi 18.650 kasus.
“Angka 18.650 kasus itu data Balita stunting di Loteng tahun 2022,” ungkapnya, Jumat 10 Maret 2023.
Untuk menurunkan angka itu lanjut Baiq Sri Hastuti, DP3AP2KB bersama OPD lainnya berusaha semaksimal menekan angka stunting sesuai program yang dicanangkan pemerintah pusat yakni mengurangi angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.
“Kalau di Lombok Tengah, kita sedang berupaya untuk menurunkan angka stunting 6 persen di tahun 2023,” tuturnya.
Baiq Sri Hastuti mengaku, Pemda Loteng sudah membentuk tim percepatan penurunan stunting (TPPS) yang di ketuai Wakil Bupati dan Dinas DP3AP2K menjadi Sekertarisnya.
Baiq Sri Hastuti menambahkan, data 18.650 kasus itu, tersebar di semua desa yang ada di Lombok Tengah. “Bicara Kecamatan tertinggi angka stunting di Pujut dan Kecamatan Praya,” tutupnya (TN-04).





