Parkir Ilegal Marak Menyebabkan Minimnya PAD, Organisasi Perangkat Daerah di Loteng Saling Lempar

Lombok Tengah, Talikanews.com – Parkir ilegal di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) marak. Hal ini menyebabkan minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pengelolaan Parkir. Membuat para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saling lempar.

Keberadaan Parkir ilegal justru dikeluhkan Zaenudin, ketika memarkir kendaraan di halaman ritel modern yang seyogyanya gratis.

“Setahu saya, kalau parkir kendaraan di ritel modern kan gratis, tapi kenapa ditarik bayaran,” keluhannya, Senin 6 Maret 2023.

Maraknya Parkir ilegal itu menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat minim, sehingga harus putar kepala mencari cara untuk meningkatkan pendapatan dari Parkir. Ini diutarakan Bandan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Loteng.

Lain halnya disampaikan Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan Loteng, Lalu Baehaqi. Untuk mencegah maraknya Parkir ilegal tersebut seperti di ritel modern, pihak Dinas sudah melayangkan surat ke Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk dilakukan penertiban terhadap titik Parkir ilegal.

Dikatakan Lalu Baehaqi, titik Parkir di ritel modern sudah membayar retribusi sebesar Rp 100 ribu perbulan kepada Dinas Perhubungan. Sehingga, kalau ada juru parkir (Jukir) yang memungut bayaran, bisa dipastikan ilegal karena tidak masuk kas daerah.

Lalu Baehaqi membeberkan jumlah ritel modern di Lombok Tengah sebanyak 92 gerai. Rincian, sebanyak 38 gerai Indomart, dan 52 gerai Alfamart.

“Jadi kalau 92 gerai dikali Rp 100 ribu, retribusinya sebanyak Rp 9,2 juta perbulan dan langsung di setor ke kas daerah,”pungkasnya.

Data yang didapat media ini, dari Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Loteng, sebanyak 128 gerai retail modern di Loteng, terdiri dari 76 gerai Alfamart dan 52 Gerai Indomart.

Lalu Baehaqi mengaku belum menerima data terbaru dari DPMTSP khusunya puluhan gerai yang belum membayar retribusi parkir tersebut.

“Sampai bulan Januari, ada 92 gerai yang kami terima datanya. Kalau ada penambahan, tentu kami koordinasikan untuk melakukan himbauan ke retail tersebut,”tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button