
Mataram, Talikanews.com – Pembangunan Sirkuit MXGP di Tohpati Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendapatkan penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB.
Salah seorang Anggota Komisi II DPRD NTB, Made Slamat justru menilai, pembangunan Sirkuit MXGP di Tohpati tersebut akan menimbulkan kompetisi tidak sehat antar Kabupaten/Kota.
“Lama-lama semua Kabupaten/Kota akan meminta dan membuat Sirkuit sendiri. Ini kan tidak sehat caranya berfikir,” katanya, Jumat 18 Februari 2023.
Politisi PDIP ini memaparkan alasan tidak setuju Sirkuit MXGP ada di Tohpati karena disana perkampungan, ada tempat ibadah (Masjid). Kemudian tidak ada rest area, tidak ada tempat parkir.
“Dimana mau taruh penonton, di jalan baru itu, sudah berapa kepala pecah disana. Jalan itu juga merupakan jalan alternatif ke Cakra dan Segalas,”ungkap Made.
Oleh karena itu, Dewan NTB Dapil Kota Mataram ini menyarankan Gubernur dan pihak-pihak terkait dalam hal ini, Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, agar memanfaatkan Sirkuit Lantan yang ada di Lombok Tengah, yang memang sudah ada dan tidak lagi menghabiskan anggaran.
“Kita sama-sama tau lah, siapa punya ide pembangunan Sirkuit di Tohpati itu. Jelas pemilik lahan investor lokal bertujuan agar harga lahannya semakin mahal,” ketusnya.
Made Slamat lebih menyarankan kepada Gubernur dan pihak-pihak terkait, lebih baik buatkan tempat kegiatan lain di Tohpati seperti kebun binatang dalam Kota, bukan Sirkuit MXGP. Bisa juga ide-ide lain yang bisa mendatangkan pendapatan asli daerah.
“Cukup di Sumbawa saja ada Sirkuit MXGP. Di Loteng juga ada Sirkuit Lantan, itu saja di manfaatkan,” sarannya.
Made Slamat menambahkan, di Tohpati meupakan lahan pertanian yang produktif. Mestinya pemerintah daerah mempertimbangkan jika lahan pertanian itu di jadikan Sirkuit MXGP, maka akan berdampak kepada hasil pertanian yang berkurang. (TN-red)