Retak di Ujung, Kepala Proyek Jembatan Lantan 459 Lombok Tengah Langsung Klarifikasi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kepala proyek pembangunan Jembatan Lantan 459, di Kecamatan Batu Keliang Utara, Lalu Nikman Nasir, langsung klarifikasi pemberitaan bahwa ada retak di ujung Jembatan Lantan 459 yang belum lama ini diresmikan Bupati tersebut.

Ditegaskan Nikman Nasir, sebenarnya itu bukan retak, melainkan disebut expation join yang mestinya tidak boleh di aspal karena merupakan batas antara jembatan dengan aspal.

“Malah harus ada jarak pemisah antara aspal dengan jembatan, ukuran kayu reng,” katanya Selasa 17 Januari 2023.

Menurut Nikman, yang disebut retak itu oleh masyarakat tidak berpengaruh terhadap kekuatan jembatan, karena memang setiap jembatan harus memiliki celah di ujungnya agar tidak kaku.

Nikman juga meluruskan adanya getaran ketika ada kendaraan melintasi di jembatan tersebut. Pada dasarnya, semua jembatan menggunakan rangka baja sejenis dengan Jembatan Lantan 459, memang ada ayunan goyangan sesuai bentangan, dan itu sama dengan jembatan rangka baja yang lain.

Goyangan getaran itu tutur Nikman, akibat dari beban yang di pikul berat sendiri dan beban berat yang di izinkan sesuai tipe dan jenis jembatan.

“Kalau jenis Jembatan rangka baja ini, sudah diproduksi sesuai standard pabrik beserta tipe, dan jembatan seperti ini ada pengawasan dari Kementrian PUPR dan Asosiasi Jembatan Internasional,” tegasnya.

Untuk bobot hembatan tersebut kata Nikman, kurang lebih sekitar 250 ton dengan plat beton jembatan berat rangka baja saja 129 ton. “Kita menjamin keamanan dari jembatan tersebut karena sudah berstandar internasional,” tutup Nikman. (TN-04)

Exit mobile version