Siswa salah Satu Sekolah Negeri di Loteng hanya 16 Orang, Dinas Pendidikan akan Terapkan sistem Boarding School

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sekolah Negeri di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kalah bersaing dengan sekolah swasta. Ini terlihat dari SMPN 6 Jonggat, yang hanya memiliki 16 siswa. Hal ini membuat Dinas Pendidikan akan mengintervensi dan menindaklanjuti dengan cara menetapkan konsep Asrama atau Boarding School.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Rupawan Jhoni mengaku telah mengevaluasi perihal minimnya siswa di SMPN 6 Jonggat dan akan ada intervensi langsung.

“Kami sudah evaluasi, dan Dinas mengintervensi secara langsung kepada pihak SMPN 6 Jonggat untuk meningkatkan pelayanan pendidikan disana,” katanya Rabu 4 Januari 2023.

Ia mengungkapkan faktor penyebab minimnya peserta didik di SMPN 6 Jonggat yakni kurangnya SDM, sarana, prasarana dan akibat pandemi Covid-19. Sehingga para orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke Pondok Pesantren.

“Salah satu faktor banyak masyarakat memilih sekolahkan anaknya di Pondok Pesantren dari pada di sekolah negeri,” tuturnya.

Rupawan membeberkan bahwa SMPN 6 Jonggat ada di Desa Labulia, hanya memiliki 16 siswa, empat orang siswa duduk di kelas VII, enam orang siswa di kelas VIII dan enam siswa di kelas IX.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pendidikan akan mulai memperhatikan sarana dan prasarana guna menunjang Proses belajar mengajar dan juga akan di rencanakan SMPN 6 Jonggat sebagai sekolah berasrama atau boarding school yang akan direalisasikan mulai semester genap tahun ajaran ini.

“Kita akan lihat bagaimana perkembangannya, dan bertahap kita lihat juga perkembangan di sekolah-sekolah yang lain,” tegasnya.

Dinas juga akan berkolaborasi dengan pihak lainnya untuk meninjau kebutuhan sarana dan prasarana serta sistem pembelajaran yang akan diterapkan di asrama nantinya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button