Jusuf Kalla Tegaskan Relawan Ujung Tombak Pelayanan dalam Penanggulangan Bencana

Mataram, Talikanews.com – Relawan merupakan ujung tombak pelayanan dalam penanggulangan bencana. Keahlian dan semangat kebersamaan relawan merupakan kunci dalam pertolongan. Hal itu dikemukakan Ketua Bidang Kesehatan PMI NTB, dr Nurhandini Eka Dewi saat membacakan sambutan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla saat apel peringatan Hari Relawan PMI tahun 2022 di halaman Markas PMI NTB di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Senin 26 Desember 2022.

Apel yang dihadiri jajaran pengurus dan staf PMI Provinsi, relawan, pembina PMR, siswa dan siswi PMR Wira dan Madya. Serta, KSR dan TSR unit perguruan tinggi se-Kota Mataram itu. Nurhandini mengaku sangat mengapresiasi Relawan Palang Merah Indonesia selama ini telah mengabdi pada tugas tugas kemanusiaan.

Asisten III Setda Provinsi NTB itu mengucapkan Selamat Hari Relawan. Apalagi, sejak bencana tsunami Aceh, Covid-19, gempa Lombok, gempa Cianjur dan sejumlah bencana hidrometeorologi, yakni hujan lebat disertai angin kencang, tanah longsor dan banjir. Para relawan dengan sigap bekerja tanpa lelah untuk mendampingi masyarakat.

“Saya berterimakasih atas kerja keras relawan yang selalu berada di garis depan di sejumlah bencana yang dihadapi masyarakat itu. Tugas mulia dalam rangka mengabdi dalam tugas kemanusiaan, hanya bisa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang membalasnya. Maka, saya mengapresiasi kerja keras relawan PMI yang bekerja tangguh selama ini,” ujar Nurhandini membacakan sambutan JK, dalam peringatan Hari Relawan PMI yang diperingati setiap tanggal 26 Desember di seluruh Indonesia itu.

Eka melanjutkan, aktivitas relawan sudah tidak bisa dianggap sebagai sebuah kegiatan sampingan. Sebab, menurutnya relawan harus memiliki standar kompetensi keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Relawan tidak bisa menjadi sampingan, relawan harus profesional,” tegas dia

Eka menegaskan profesionalitas yang di maksud, yakni memiliki keterampilan yang dapat dipertanggung jawabkan ketika menolong korban. Selain itu juga memiliki peralatan yang sesuai standar profesional, utamanya dengan pelayanan Ambulance.

“Profesional disini bukan secara ekonomi, tapi secara pelayanan, sesuai dengan misi PMI, profesional dan lebih dicintai masyarakat. Maka, jaga kesolidan,” kata dia.

Eka tak lupa mengingatkan kepada para siswa dan siswi PMR Wira dan Madya. Serta, KSR dan TSR unit perguruan tinggi se-Kota Mataram, agar terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan skill dalam meningkatkan keterampilannya.

“Minimal kalau kita sudah punya skill, tentu kita akan bisa membantu pada sesama kita. Utamanya, pada lingkungan kita masing-masing Dan, kalau mau lanjut fokus ke program studi kebencanaan, itu sudah ada program magister S-2 di Universitas Indonesia,” ungkap Nurhandini.

Dalam peringatan itu, Ketua PMI Provinsi NTB H. Ridwan Hidayat memberikan penghargaan pada dua orang relawan tangguh di NTB. Mereka yakni, Hasan Masat (Wakil Ketua PMI Loteng) dan I Ketut Nasib (Relawan PMI Lobar).

“Jadi kedua orang ini, adalah tokoh panutan relawan yang layak adik-adik PMR, KSR dan TSR di NTB teladani. Ini karena keduanya sudah mengabdi dan memberikan sumbangsihnya pada organisasi PMI selama 25 tahun,” tandas Ridwan Hidayat. (TN-red)

Related Articles

Back to top button