Dr Zulkieflimansyah belum Pasti Maju dikontestasi Pilgub NTB 2024
Mataram, Talikanews.com – Dr. H. Zulkieflimansyah menyatakan dirinya belum tentu maju dikontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024 mendatang.
Ia juga tak ingin terlalu cepat mendeklarasikan diri untuk maju kembali di Pilkada NTB 2024 tersebut.
“Politik itu terukur, nanti kan kita lihat approval masyarakat. Kalau masyarakat masih suka kita, ya kita lihat. Kalau masyarakat udah enggak suka kepemimpinan kita, kita enggak akan maksa juga untuk maju. Masa orang ditolak masyarakat masih punya ambisi maju, kita realistis. Kalau pertanyaannya apakah penjabat gubernur nanti menggerus suara, bisa iya bisa tidak,” katanya, Selasa 13 Desember 2022.
Zulkieflimansyah mengaku lebih percaya terhadap hasil survei. Keputusan dirinya untuk mencalonkan diri kembali atau tidak akan bergantung pada keberterimaan masyarakat terhadap kinerjanya.
“Saya juga belum tentu maju, kecuali saya sudah pasti maju. Nanti kita lihat hasil surveinya gimana. Kalau masyarakat masih menginginkan kita untuk maju, kita istikharah. Tapi kalau masyarakat enggak ingin kita maju, ya kita dukung yang diinginkan masyarakat,” ungkapnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membenarkan memang saat ini daya terima dirinya di masyarakat paling unggul dibanding tokoh-tokoh lain di NTB.
“Ya karena masih inkumben, inkumben selalu diuntungkan. Simple saja, jangan sok-sok terkenal, jangan sok-sok diunggulkan. Inkumben punya keuntungan itu,” ujar mantan anggota DPR RI ini.
Zulkieflimanyah menuturkan, pengalaman dirinya bertarung di Pilkada menunjukkan bahwa untuk meningkatkan elektabilitas setiap bulan tidaklah mudah. Dirinya pun mengelak anggapan bahwa kuatnya intensitas dirinya turun ke masyarakat menjalang akhir jabatan untuk mengunci simpul-simpul kekuasaan.
Ia mengklaim, kebiasaan turun ke masyarakat telah ia lakukan sejak dilantik menjadi Gubernur NTB.
Lebih jauh Zulkieflimansyah melihat dinamika pilkada 2024 tidak bisa dihitung terlalu dini. Pasalnya seluruh sunber daya akan dikerahkan untuk pemenangan Pilpres dan Pileg 14 Februari 2024 mendatang.
“Orang udah sibuk pileg, sibuk pilpres, belum ada sengketa pileg dan pilpres. Menurut saya, ke depan itu dunianya sudah beda,” ungkapnya.
Dr Zul juga menyinggung kaitan nama-nama yang berpotensi menjadi penjabat gubernur. Ia lebih menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo. Karena nantinya, akan ada mekanisme pengusulan baik dari DPRD Provinsi, Kepala Daerah, hingga Mendagri.
“Pengalaman kemarin, karena penanggung jawab ini kan Pak Tomsi, bekas Kapolda NTB. Beliau cerita ke saya, banyak rekomendasi yang masuk ke Presiden tapi ternyata Presiden memutuskan yang lain. Sampai tahun depan dinamikanya masih cair dan bisa berubah,” ungkapnya.
Ia pun secara eksplisit menyebutkan sejumlah figur NTB yang secara administratif lolos kualifikasi menjadi penjabat gubernur. Ada nama Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi, Rektor UIN Mataram Prof TGH Masnun Tahir, Rektor Universitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo.
“Pak Iqbal Dubes Turki mestinya juga bisa, ada juga yang DPD Pak Nizar. Tapi ini juga masih lama dan tergantung keputusan Presiden,” pungkasnya (TN-red)





