Pengurus PMI Kecamatan Pringgarata Terbentuk, Hasan Masat: Mari Berbuat untuk Sosial Kemanusiaan
Lombok Tengah, Talikanews.com – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terbentuk, yang dilantik oleh Ketua Harian PMI Loteng, Hasan Masat, disaksikan Camat setempat dan Forkopimca, Jumat 9 Desember 2022.
Camat Pringgarata, H. Masnun berterima kasih atas terbentuknya pengurus PMI dan mengucapkan selamat atas pelantikan.
Camat berharap kepada pengurus PMI Kecamatan Pringgarata supaya terus membantu atas nama kemanusiaan. Karena, banyak masyarakat mengeluh dan belum mengetahui kemana dan dengan siapa ber kolaborasi kaitan sosial kemanusiaan, kesehatan. Terlebih ketika membutuhkan darah.
“Saya sangat atusias dan semangat dalam pelantikan ini. Sehingga pemerintah kecamatan harus lebih intens bersinergi dengan PMI. Jadi dengan pelantikan pengurus baru ini diharapkan bisa lebih mudah kita untuk berkerjasama dalam kebutuhan masyarakat,” ungkap Masnun.
Camat meyakini teman-teman PMI ini dapat membantu mengakses alur pelayanan darah, pelayanan ke Rumah Sakit dan segala urusan yang terkait sosial kemanusian.
Sementara itu, Ketua Harian PMI Loteng, Hasan Masat Selaku Ketua Haria PMI Kabupaten Lombok Tengah menegaskan, PMI ini merupakan organisasi cukup tua, dari zaman perang Hendry Dunant yang saat itu berinisiatif dalam perang dunia untuk menyelamatkan para tentara yang terluka. “Cerita ini merupakan sejarah berdirinya PMI,” tuturnya.
Saat ini lanjut Hasan Masat, Saat ini PMI tidak lagi bicara perang, melainkan bergerak dibidang sosial kemanusiaan, kesehatan, dan lain sebagainya.
“Mengenai kebutuhan darah seperti disampaikan pak Camat, kedepan Unit Transfusi Darah (UTD) akan dikelola PMI, sehingga akan berupaya menyediakan darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Tentu melalui proses dan mekanisme,” ungkapnya.
Mengenai PMI lanjut Hasan , telah memiliki jaringan hingga Desa yang disebut Sibat. Dimana Sibat ini diharapkan dikelola masing-masing desa dan anggaran operasional dibebankan di APBDes tercantum dalam kebencanaan.
Kaitan Sibat, Kades Taman Indah, Suhartadi menyampaikan selam 6 bulan trakhir tidak pernah mengadakan Donor darah rutin di desa. Oleh karena itu, sangat berharap besar kepada pengurus baru PMI agar memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya donor darah dengan memberikan inovasi-inovasi, media promosi untuk mengajak masyarakat supaya berminat berdonor darah.
“Mari kita bangunkan minat masyarakat berdonor darah,” pintanya. (TN-red)





