Lepas 213 CPMI, Walikota Mataram: Solusi tekan angka Pengangguran

Mataram, Talikanews.com – Walikota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H Mohan Roliskana melepas 213 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang diberangkatkan PT Cipta Rezeki Utama dan PT. Pamor Sapta Dharma, akan dipekerjakan di ladang sawit FVG Holdings Berhad, Malaysia.

Mohan menegaskan, pelepasan dilakukan di Mataram karena permintaan dari CEO FVG Holdings Berhad, Rahimi Ihsan. Selain itu merupakan bentuk penghargaan kepada Migran asal NTB setidaknya merasa terhormat bisa dilepas disini.

“Meskipun bukan sebagian besar warga Mataram. Tapi kita lakukan itu bentuk penghormatan. CPMI asal Kota Mataram yang dilepas tadi itu hanya dua orang,” kata Mohan seusai melepas CPMI, di Pendopo Walikota Mataram, Senin 28 November 2022.

Mohan menyampaikan, pelepasan itu tentu bertujuan juga supaya bisa membuka wawasan dan pemahaman bagi masyarakat Kota Mataram tentang informasi lowongan kerja sebagai CPMI, karena menurut penjelasan CEO FVG Holdings Berhad, banyak keuntungan, juga ada garansi dan memiliki payung hukum sehingga sangat berharga bagi migran di Malaysia.

“Ini bisa dijadikan pilihan bagi masyarakat Kota Mataram untuk pemulihan ekonomi dan tekan angka pengangguran. Pada saat yang sama, kita juga berusaha membuka peluang kerja di daerah, stimulir mereka dalam pekerjaan baru secara mandiri. Disisi lain suatu opsi yang ditawarkan, jika ingin mengubah hidup lebih baik. Tadi dijelaskan panjang lebar, memang prospeknya bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama, H. Edy Sofian mengaku sengaja membuat acara pelepasan di Kantor Walikota Mataram. Padahal diketahui dari 213 CPMI, dari kota hanya dua orang. Karena situasi Malaysia sudah banyak perubahan, baik dari biaya kesana Nol rupiah, kemudian gaji minimal lebih kurang Rp 5 juta, hanya kerja sampai pukul 14.00 waktu setempat, belum terhitung lembur.

“Kalau kerja 8 jam, minimal pendapatan Rp 7 juta. Kalau yang gaji Rp 10 juta itu iya kerja borongan,” tegas H Edy.

Edy Sofian menjelaskan, gaji Rp 5 juta pernah bulan itu untuk tahun pertama, kalau sudah pandai, pasti PMI kerja borongan yang pendapatan bisa mencapai Rp 10-15 juta per bulan.

Edy Sofian menambahkan, terhadap CPMI yang diberangkatkan itu, ada jaminan kesehatan dan tempat tinggal disiapkan perusahaan di Malaysia. Karena perusahaan PT Cipta Rezeki sudah lama bergelut dibidang ini. Sehingga, sebelum mengirim CPMI, pihak PT Cipta Rezeki kroscek fasilitas seperti tempat tinggal, klinik, musala dan dipastikan FGV Holdings Berhard sudah nmenyiapkan.

Senada disampaikan CEO FVG Holdings Berhad, Rahimi Ihsan. Ia memastikan untuk menjamin fasilitas PMI yang bekerja di perusahaannya dan gaji standar RM1500.

“PMI dari Indonesia menjadi tamu di FVG Holdings Berhad, dijamin gratis untuk rekrutmen, dan menyediakan penempatan yang bagus, menjamin gaji minimal RM1500, dan beberapa fasilitas kesehatan, tempat tinggal, disediakan juga warung tempat membeli kebutuhan setiap hari,” tuturnya.

Rahimi Ihsan menuturkan bahwa, kebutuhan tenaga kerja di perusahaannya sekitar 35000 orang. Untuk tahun 2022, dibutuhkan 15000 orang, itu dari Indonesia, sisanya India.

Ia juga membeberkan alasan lebih memilih PMI asal Indonesia terutama NTB. Dari segi skill, tenaga dan disiplin membuat pihak perusahaan prioritas rekrutmen CPMI dari NTB.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Direktur Operasional PT Pamor Sapta Dharma, Tri Hertiayadi. (N-red)

Exit mobile version