Kasus DBD di Lombok Tengah Meningkat, Satu orang Meninggal Dunia
Lombok Tengah, Talikanews.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat dan tembus 57 orang di tahun 2022. Satu orang meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan, pada Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa, menyebutkan, kasus demam berdarah dengue (DBD) pada tahun ini mencapai 57 kasus. Terjadi peningkatan dibandingkan kasus sebelumnya sebanyak 30 kasus.
“Januari – Oktober 2022 ditemukan 57 kasus, satu orang meninggal dunia. Data tersebut kami dapat dari beberapa Puskesmas tetapi yang paling banyak yakni di Kecamatan Praya Timur sebanyak 22 kasus. Di Kecamatan Jonggat Delapan kasus, Kecamatan Praya Delapan kasus, Praya Tengah Delapan kasus dan selebihnya tersebar di beberapa Puskesmas,” tuturnya Senin 14 November 2022.
Menurut Putrawangsa, peningkatan kasus DBD ini disebabkan adanya musim penghujan. Terjadi genangan air sarang nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan menyebarkan virus dengue.
“Nyamuk ini hidupnya di air bening, seperti air kamar mandi tidak dikuras, atau genangan di kaleng jadi wadah air. Kebersihan lingkungan kuncinya agar tidak menyebar,” ujar Putrawangsa.
Langkah pencegahan yakni melakukan gerakan 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air mengubur barang bekas.
Kemudian, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Kemudian menggunakan racun nyamuk, tirai saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
“Kalau masalah korban pasti di tangani, tapi pemberantasan nyamuk tentu masyarakat bersama-sama membersihkan lingkungannya,” kata dia.
Adapun ciri terkena DBD, terjadi sakit kepala hebat, badan lemas dan lesu, nyeri di sekujur tubuh, dan tidak enak badan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tidak membiarkan ada genangan air,” pungkasnya. (TN-04)





