Hotel Melati di NTB Sepi di Event WSBK 2022, Gede Gunanta: Penonton Kapok saat MotoGP
Mataram, Talikanews.com – Dua hari balap World Superbike (WSBK) berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok. Keberadaan event kelas Dunia itu tidak memberikan dampak positif terhadap jasa penginapan seperti Hotel Melati di NTB justeru sepi yang booking.
“Hotel di NTB ini bukan hanya bintang 3,4 dan 5 saja. Justru sebagian besar hotel non bintang. Malah sepi yang booking saat event WSBK 2022,” ungkap salah seorang pengusaha hotel di Mataram, I Gede Gunanta, Sabtu 12 November 2022.
Dikatakan Gede Gunanta, sepinya tamu yang booking hotel kelas melati akibat penonton WSBK dari luar daerah sangat minim. Padahal, dibandingkan tahun 2021, malah full booking meskipun harga dimainin Agent.
“Kalaupun ada, hampir dipastikan dari kalangan BUMN, Kementrian atau Lembaga lainnya,” kata Gede Gunanta.
Sepinya penonton event WSBK 2022 ini menurut informasi yang diserapnya dari beberapa teman di luar daerah, mereka kapok dengan Event MotoGP. Harga hotel dan makanan cukup tinggi.
“Sederhananya, sudah menjadi sifat alamiah manusia (pelanggan ) menginginkan harga murah (terjangkau) untuk suatu produk barang dan jasa berkwalitas,” tuturnya.
Oleh karena itu, sebagai pengusaha perhotelan, dirinya perlu ingatkan kepada pemerintah bahwa hotel di NTB atau di Lombok ini bukan hanya hotel-hotel berbintang. Justru jauh lebih banyak hotel non Bintang.
Menurut Gede Gunanta, apapun yang terjadi saat ini, baginya bahwa Kawasan Ekonomi Khusuw (KEK) Mandalika yang dilengkapi fasilitas penunjang pariwisata dengan Sirkuit kelas dunia merupakan berkah luar biasa bagi daerah NTB.
Tentunya harus mampu mampu meningkatkan kesejahteraan warga NTB sebanyak mungkin. Namun itu tugas dan kewajiban pemerintah.
“Seperti dugaan kita, harga kamar, transport yang gila-gila an saat itu adalah bentuk promosi yang sangat buruk. Sehingga hal itu perlu di evaluasi sebagai bahan perbaikan kita kaitan promosi kedepan,” tutupnya.
Terakhir lanjut Gede Gunanta, tanamkan kesadaran para pelaku usaha bahwa saat ini bukan mencari untung semata. Sehingga perlu kesadaran kolektif semua pihak, bila perlu pemerintah melakukan intervensi.
“Promosi terbaik adalah bagaimana memastikan keamanan dan kenyamanan penonton dengan biaya murah. Terlebih dimasa sulit dimana Covid masih berlangsung saat ini,” tutupnya. (TN-red)





