BRIDA NTB ikut Pameran Temporer Menyambut Event WSBK 2022

Mataram, Talikanews.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti pameran Temporer yang digelar selama 6 hari oleh Museum NTB, dimulai tanggal 9 – 15 November 2022, untuk menyambut perhelatan ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika.

Pameran Temporer itu dihadiri juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Ir. H. Madani Mukarom, pada kesempatan itu mewakili Gubernur NTB. Kemudian Kepala Dinas Diskominfotik, Baiq Nelly Yuniarti, dan dari Dikbud NTB juga Staff Museum Negeri NTB.

Pada pameran temporer itu, Brida NTB memperkenalkan mesin inovasi karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal Nusa Tenggara Barat serta produk karya sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai mitra serta tenant BRIDA.

Kepala Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Lale Ira Amrita Sari, berharap dengan diselanggarakannya pameran ini dapat membuka jendela peradaban sejarah bangsa dan Negara, agar dapat terus diwarisi oleh anak cucu daerah dari masa ke masa.

“Inovasi-inovasi yang dihadirkan para IKM di NTB diharapkan membuka jendela peradaban sejarah bangsa dan Negara, agar dapat terus diwarisi anak cucu kita dari masa ke masa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengatakan, Pameran Temporer ini akan berlangsung selama tujuh hari yakni 9-15 November 2022, dengan menampilkan berbagai revolusi teknologi hasil inovasi dan kreativitas siswa dari SMKN 3 Mataram.

“Pameran Temporer ini kita laksanakan untuk menyambut WSBK sekaligus meningkatkan kunjungan ke Museum. Karena itu, pameran kita buka dua hari sebelum WSBK sampai dua hari setelah WSBK,” katanya.

Dengan harapan, pameran ini bisa menjadi magnet bagi masyarakat dan tamu-tamu WSBK berkunjung ke Museum untuk melihat berbagai hasil karya para putra daerah.

Provinsi NTB memiliki tiga suku besar yakni Suku Sasak, Samawa, dan Mbojo, sehingga ajang WSBK ini menjadi momentum yang pas untuk memperkenalkan kebudayaan dan teknologi yang ada di daerah ini.

“Moto kita belum ke NTB kalau ke museum, sebab museum merupakan miniatur daerah NTB,” katanya.

Lebih jauh Nuralam mengatakan, untuk menggelar pameran tersebut selain bekerja sama dengan SMKN 3 Mataram, juga dengan Badan Riset dan Teknologi (Brida) NTB, dengan menampilkan sekitar 65 hasil karya bertemakan revolusi teknologi.

Revolusi teknologi yang dipamerkan terbagi dalam empat kategori yakni revolusi teknologi peralatan rumah tangga, produksi, transportasi, dan teknologi komunikasi.

“Misalnya, kita tampilkan ‘cidomo’ alat transportasi tradisional yang menggunakan tenaga penggerak kuda, kini menggunakan listrik atau disebut dokar listrik (dolis),” katanya sambil menunjukkan koleksi di aula pameran.

Sebenarnya, lanjutnya, SMKN 3 Mataram dan Brida NTB masih banyak memiliki koleksi, hanya saja karena keterbatasan ruang, maka hasil karya pelajar NTB yang dipamerkan terbatas.

“Harapannya, semoga ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan berkunjung ke museum,” katanya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Madani M seusai membuka kegiatan pameran dan berkeliling melihat koleksi di museum memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi bagian ajang promosi pariwisata sejarah di daerah kita,” katanya.

Menurutnya, museum menjadi pusat peradaban sebuah daerah sehingga ketika orang ingin melihat budaya dan teknologi di satu tempat harus datang ke museum.

“Museum bukan dokumen mati, tapi keberadaan-nya untuk dilihat dan sebagai pembelajaran generasi muda,” pungkasnya. (TN-red)

 

 

 

 

Related Articles

Back to top button