Festival Senggigi Sunset Jazz hadirkan Makanan dan Minuman dari 50 pelaku Usaha di Lombok

Lombok Barat, Talikanews.com – Festival Senggigi Sunset Jazz (SSJ) yang digelar selama dua hari, mulai tanggal 5 – 6 November 2022, di Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Akan menghadir 50 pelaku usaha yang ada di Lombok, untuk menyediakan makanan dan minuman.

Kegiatan Festival Senggigi Sunset Jazz 2022 ini, selain menyaksikan konser yang ditampilkan dari berbagai musisi terbaik, juga menghadirkan festival kuliner dengan beragam pilihan minuman dan makanan.

Ketua Penyelenggara SSJ, Nety Rusi, mengaku terus berusaha memastikan penonton Senggigi Sunset Jazz 2022 senang dan kenyang.

“Datang bersenang-senang menikmati festival, tetap kenyang dan bahagia dengan aneka pilihan makanan dan minuman nanti sore pukul 17.00 Wita, dipusatkan di Pantai Kerandangan, Senggigi,” ungkapnya, Sabtu 5 November 2022.

Nety menjelaskan, setidaknya 50 pelaku usaha di Lombok bergabung di Senggigi Sunset Jazz untuk menyediakan makanan dan minuman. Menunya beragam dari makanan khas Lombok hingga penganan dari negara lain.

“Kami berharap penonton selalu penuh energinya untuk menikmati festival ini. Tidak kehausan, tidak kelaparan. Karena festival ini diselenggarakan untuk menghadirkan kegembiraan jiwa raga. Bahagia jiwa dengan pertunjukkan musik, tenang raga dengan aneka pilihan makanan dan minuman,” kata dia.

Daftar lengkap para penyaji bisa dilihat di akun media sosial Senggigi Sunset Jazz. “Nasi puyung, bakso, kebab, sushi, pizza, roti, aneka kopi, ada semua,” ujarnya.

Festival kuliner selalu menjadi bagian tidak terpisah dari Senggigi Sunset Jazz. Rangkaian booth kuliner itu bukti Senggigi Sunset Jazz sebagai festival.

Sejak awal lanjutnya, SSJ memang tidak dikonsep sebagai konser. Dalam penyelenggaraan pertunjukkan musik, memang ada perbedaan jelas antara konser dan festival. “Ini seperti warung bakso atau mie ayam dengan warung makan. Konser seperti warung bakso atau mie ayam, hanya ada satu menu. Kalau pun ada variasi, ya seputar mie ayam atau bakso. Festival seperti warung makan namun menunya beragam,” tutur dia.

Sejak pertama kali digelar, SSJ menghadirkan beragam penampil dan musisi. Jazz tetap yang utama, memadukan berbagai bakat dan kreatifitas dalam satu panggung. SSJ juga disebut festival karena tidak pernah hanya soal pertunjukan musik. Setiap SSJ ada festival kuliner, bazar produk UKM, dan kegembiraan lain. SSJ 2022 malah ada bersih pantai.

Konsep festival dipakai karena setiap orang punya acuan masing-masing tentang kegembiraan. Hal yang menggembirakan bagi satu orang, belum tentu menyenangkan bagi yang lain.

“SSJ tidak hanya menghadirkan satu atau dua musisi melainkan beragam musisi. Ini kita lakukan gar penonton puas dengan beragam pilihan sajian,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button