Pesawat Ethiopian dari Djibouti Mendarat di Bandara Lombok membawa Logistik WSBK
Lombok Tengah, Talikanews.com – Pesawat Ethiopian Airline ET3657 jenis Boeing 777F berkode registrasi ET-AVT yang membawa logistik kedua WSBK 2022, mendarat Minggu dini hari, tanggal 30 Oktober 2022, pukul 00.58 WITA, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) Lombok.
Pesawat yang membawa kargo sebanyak 35 Koli seberat 67.030 Kilogram ini, datang dari Djibouti (negara di Afrika bagian Timur) itu akan bertolak ke Hongkong setelah menurunkan muatannya di Lombok.
Stakeholder Relation Manager Bandara Lombok, Arif Haryanto menjelaskan, ada perubahan jam landing pesawat yang membawa logistik kedua WSBK ini. Mestinya telah dijadwalkan mendarat di Bandara Lombok pada pukul 21.20 WITA, Sabtu 29 Oktober 2022. Namun karena ada sesuatu dan lain hal dari pihak Airline sendiri sehingga terjadi perubahan tersebut.
“Begitu logistik kedua WSBK tiba, langsung diturunkan dan dibawa ke Mandalika Lombok,” kata Arif, Minggu 30 Oktober 2022.
Arif menuturkan, hingga pukul 01.47 WITA pesawat ET3657 (ET Ethiopian Airlines) masih terpantau menurunkan logistik kedua WSBK, dan akan bertolak ke Hongkong setelah penurunan logistik selesai.
Arif menambahkan, untuk tanggal 1 November mendatang, akan ada pesawat charter tipe A332F nomor penerbangan MH6427 (Malaysia Airlines) mendarat di Bandara Lombok (LOP) dari Kuala Lumpur, pukul 06.35 Wita, dengan membawa logistik WSBK lagi dan akan lepas landas atau bertolak kembali ke Kuala Lumpur pukul 20.35 Wita.
Yang jelas lanjut Arif, Bandara Lombok sudah siap menerima kedatangan pesawat yang membawa logistik WSBK itu karena, dari sisi infrastruktur bandara seperti Apron, Runway, dan fasilitas kargo sudah siap.
“Untuk sumber daya manusia (SDM) di Bandara Lombok juga siap melayani kedatangan kargo maupun para pembalap dan penonton WSBK 2022,” kata dia.
Untuk kapasitas Apron lanjut Arif, bisa melayani sebanyak 20 pesawat dalam 1 waktu. Yang pasti, pesawat yang membawa Logistik WSBK tersebut tidak stay di Bandara Lombok.
“Pesawat engga stay, setelah menurunkan logistik, bertolak kembali sesuai rute yang telah ditentukan,” tutup Arif. (TN-red)





