Sebanyak 188 peserta Pemegangan Dalam Negeri di NTB Langsung Diterima jadi Karyawan Perusahaan

Mataram, Talikanews.com – Sebanyak 188 orang peserta pemagangan dari 200 peserta di Nusa Tenggara Barat (NTB) langsung diterima menjadi karyawan perusahaan. Mereka juga difasilitasi uji kompetensi gratis. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. NTB I Gede Putu Aryadi, saat menutup pemagangan dalam negeri tahun 2022, Selasa 25 Oktober 2022 di Mataram.

Gede Aryadi menjelaskan, pemagangan dalam begeri ini dilaksanakan selama 5 bulan di 18 perusahaan di sektor perhotelan, garment dan retail modern, yang diikuti 200 orang.

“Jabatan yang dimagangkan itu Food and Beverage Service, Food and Beverage Product, House Keeping, Retail Modern dan Garment,” kata dia.

Dari 200 orang peserta pemagangan dalam negeri ini, sebanyak 94 persen atau 188 orang sudah diterima bekerja di perusahaan tempat magang. Ada juga dilaksanakan program pemagangan dalam negeri untuk sektor pertambangan di Pulau Sumbawa diikuti 100 orang peserta. Dari jumlah siswa pemagangan disektor tambang tersebut, sebanyak 55 siswa telah terserap di berbagai perusahaan Tambang Mitra dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara.

Sementara, sebanyak 100 orang peserta pemagangan destinasi wisata super prioritas untuk KEK Mandalika difasilitasi perekrutannya oleh Asosiasi Hotel Mandalika.

“Untuk pemagangan destinasi super prioritas hampir 95 persen telah terserap bekerja. Pencapaian ini diapresiasi oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan beliau akan memberikan reward bagi Provinsi yang bisa melakukan penyerapan di atas 90 persen,” tutur Gede Aryadi.

Semoga para peserta yang langsung terserap di dunia Usaha dan Dunia Industri akan senantiasa sukses dan mampu memberikan sumbangsih untuk kemajuan perusahaan, sekaligus kesejahteraan bersama.

Dikatakan Gede Aryadi, selama mengikuti program pemagangan dalam negeri, peserta telah mendapatkan fasilitas dan uang saku sebesar Rp 1.000.000 setiap bulan, begitu juga pakaian dan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Gede Aryadi, peserta pemagangan dalam negeri tahun ini sangatlah beruntung. Selain sebagian besar bisa direkrut langsung menjadi pegawai perusahaan, disediakan juga anggaran untuk bisa mengikuti uji Kompetensi untuk mendapatkan sertifikat profesi dari badan sertifikasi profesi nasional (BNSP).

Sertifikat tersebut merupakan modal dan syarat penting yang perlu dimiliki oleh calon pekerja untuk memasuki dunia kerja sehingga bisa menduduki jabatan atau posisi penting dalam perusahaan sesuai dengan skill atau kompetensinya.

“Dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki, diharapkan para pekerja lokal bisa menjadi pelaku utama di perusahaan. Jangan mau hanya menjadi pekerja pada jabatan jabatan di level bawah saja. Tetapi dengan skill dan lisensi sertifikat profesi nasional bahkan international yang dimiliki, kalian harus bisa merebut dan mengisi jabatan penting diperusahaan nasional maupun internasional,” tegasnya.

Ditambahkan Gede Aryadi, uji kompetensi akan dilaksanakan oleh LSP Bina Kompetensi untuk Kejuruan Perhotelan sebanyak 100 peserta di Hotel Puri Saron. Kemudian LSP Ritel Indonesia untuk Kejuruan Retail Modern sebanyak 40 peserta di PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Sedangkan LSP Darment untuk Kejuruan Garment sebanyak 60 peserta di Butik Cinderella dan Butik Kita.

Jadi, para siswa/peserta pemagangan ini tidak hanya memperoleh sertifikat lulus program Pemagangan Dalam Negeri, tetapi jika lulus uji kompetensi maka akan menerima sertifikat dari BNSP yang berlambang garuda.

“Ini inovasi yang berhasil kita perjuangkan, dan baru pertama siswa magang diberi kesempatan langsung uji kompetensi srcara gratis yang dibiayai pemerintah,” tutur Gede Aryadi.

Oleh karena itu, Gede Aryadi berpesan kepada siswa agar menyiapkan diri dengan baik dalam mengikuti uji kompetensi. Kepada perusahaan, berharap dengan adanya pola kemitraan ini semua siswa bisa terserap atau langsung direkrut mengisi jabatan-jabatan yang diperusahaan. Apalagi siswa-siswa magang ini sudah diketahui kemampuannya, jadi bisa lebih diutamakan.

“Kami berharap rekrutmen yang dilalukan oleh perusahaan agar mengutamakan siswa dari program pemagangan atau masyarakat sekitar sepanjang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” pungkasnya. (TN-red)

 

Related Articles

Back to top button