TGH Hazmi: Jadikan Yayasan dan Ponpes tempat mendorong Pemberdayaan ekonomi Umat

Mataram, Talikanews.com – Yayasan dan pondok pesantren (Ponpes) merupakan salah satu tempat mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat, TGH Hazmi Hamzar karena jeberadaan Ponpes menjadi sangat strategis, mengingat jumlahnya sangat banyak jumlah masyarakat yang memilih Ponpes sebagai tempat pendidikan anak-anaknya di Provinsi NTB.

Salah seorang Anggota DPRD Provinsi NTB ini mengatakan, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terlebih kepada pelajar terkait pentingnya mengelola uangnya sejak dini, maka dia mendorong semua Ponpes mengenalkan lembaga keuangan kepada santri-santrinya serta kepada jemaahnya.

Hazmi mengharapkana agar semua Ponpes bisa menjajaki kerjasama dengan Bank NTB Syariah selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang sudah lama dikonversi menjadi syariah. Tentu hal ini telah sesuai dengan konsep ekonomi keislaman.

“Jika satu Pesantren menaruh uangnya Rp 1 milar saja misalnya, maka ada ada ratusan miliar dana masyarakat di Bank NTB Syariah karena ada ratusan Pesantren di NTB ini,” kata Hazmi Hamzar, Senin 24 Oktober 2022.

Ia mengaku, Yayasan Maraqitta’limat telah menjalin kerjasama dengan Bank NTB Syariah akhir pekan kemarin dalam hal pengelolaan keuangan Yayasan dan lembaga pendidikan di dalamnya.

Yayasan Maraqit memiliki puluhan lembaga pendidikan dari tingkat TK sampai perguruan tinggi. Di dalamnya terdapat puluhan ribu santri, siswa, guru serta dosen yang bisa menjadi nasabah baru BPD NTB tersebut. Tentu hal ini akan berdampak positif terhadap ikluasi dan literasi keuangan masyarakat NTB.

“Ini juga untuk mendukung program gemar menabung di kalangan siswa. Ada puluhan ribu anak-anak sekolah itu, termasuk SMA, SMK dan perguruan tingginya. Semua dananya itu nanti ditaruh di Bank NTB Syariah. Jemaah kita yang mau haji uangnya ditaruh di sana, jemaah yang mau umrah juga,”tuturnya.

Para siswa kata Hazmi harus dididik sejak agar agar mereka gemar menabung, tidak konsumtif dan diajak berhemat untuk bekal pendidikan setelah dewasa. Misalnya mereka menambung uang Rp 100 ribu per bulan, maka saat duduk di bangku kuliah nanti, mereka bisa membiayai diri untuk mengejar cita-citanya.

Ia mengatakan, jika semua pondok pesantren menggerakkan santri dan jemaahnya untuk menabung di Bank NTB Syariah, tentu lembaga perbankan dan umat akan sama-sama tumbuh dan berkembang. Lembaga perbankan juga bisa membantu pengelolaan keuangan Yayasan Ponpes dalam rangka pengambangkan ekonomi keumatan.(TN-red)

Related Articles

Back to top button