
Lombok Timur, Talikanews.com – Masyarakat Pengadangan, Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar ritual Betetulak menyuguhkan 5000 dulang (Talam,red) dan membentangkan 250 meter bendera merah putih, cara menolak bala.
Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi menyampaikan, prosesi Betetulak, selain menjadi sarana tolak bala juga terdapat ritual penobatan atau pengukuhan kyai atau tokoh agama.
Betetulak ini menjadi event spesial yang hanya ada di Desa Pengadangan, Pringgasila. “Dalam ritual ini, para tokoh adat berpakaian hitam dipertemukan dengan para tokoh agama berpakaian putih dalam upacara adat. Prosesi diakhiri dengan doa bersama,” ungkap Rumaksi, Rabu 19 Oktober 2022.
Rumaksi berharap, event tahunan kelima ini bisa menjadi calendar event daerah maupun internasional. Festival Pesona Budaya Pengadangan yang dihadiri puluhan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisnu diakhiri seluruh masyarakat dengan menyantap hidangan dulang di lokasi acara.
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah hadir menyaksikan ribuan masyarakat dalam parade 5000 Dulang dan mengarak bendera merah putih sepanjang 250 meter tersebut.
“Semoga dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan bagi generasi muda khususnya Desa Pengadangan,” harap Gubernur.
Gubernur berpesan, selain merawat tradisi yang ada juga agar generasi muda melihat dunia dengan belajar keluar negeri. Hal ini agar dapat menjadi bekal dalam membangun desa dan daerah dengan warisan budaya yang mulia. (TN-red)