Jelang WSBK dan MotoGP, Disnakertrans Provinsi NTB Melatih Produktivitas UMKM agar Naik Kelas

Mataram, Talikanews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB terus memberikan pendampingan dan pelatihan produktivitas kepada pelaku usaha lokal seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) supaya naik kelas, menyambut beberapa event seperti WSBK, MotoGP dan PON 2028 mendatang. Pelatihan ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Dinas juga membuka konsultansi bagi UMKM bagaimana bisa membangun wirausaha yang maju dan produktif, dengan produk yang unggul dan terdepan di pasaran.

“Dalam mengembangkan usaha butuh perencanaan atau manajemen agar usaha yang dijalankan bisa mendatangkan hasil atau manfaat, baik untuk sumber penghidupan keluarga maupun memberikan manfaat bagi warga sekitar,” ujar Kepala Dinas Nakertrans NTB I Gede Putu Aryadi, Rabu 12 Oktober 2022, di acara presentasi hasil bimbingan konsultansi peningkatan produktivitas perusahaan di Kabupaten/Kota.

Menurut Gede ada tiga faktor harus dipenuhi UMKM untuk bisa membangun wirausaha yang maju dan produktif. Pertama, adanya perencanaan dalam sistem produksi, Kedua diperlukan teknik produksi agar menghasilkan produk yang banyak namun tetap mempertahankan kualitas. Ketiga, pemasaran produk yaitu mengemas produk agar menarik minat pembeli.

“Disinilah pentingnya UMKM memiliki kompetensi dan SDM yang memadai. Bagaimana membuat produk yang membuat orang tertarik membeli. Orang yang tidak punya niat berbelanja, bisa dibuat berbelanja. Disinilah pentingnya ilmu marketing,” kata Gede.

Kemampuan-kemampuan non teknis itu juga yang dibekali oleh Disnakertrans selama melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM juga

Selain membekali kemampuan non teknis selama pendampingan, Dinas juga bekali kemampuan manajemen usaha agar bisa dikembangkan dan pembukuan usaha tidak berantakan.

“Dengan manajemen usaha yang diajarkan, kita harapkan UMKM kita mudah mendapatkan dukungan modal perbankan. Ketika sudah kuat kemampuan teknis dan non teknisnya, UMKM kita bisa bersaing merebut momentum pangsa pasar yang sudah ada di depan mata,” jelas Gede.

Dikatakan Gede, terhadap UMKM yang sudah mendapatkan pendampingan, dilanjutkan uji kemampuannya melalui kegiatan presentasi hasil bimbingan konsultansi.

Presentasi hasil bimbingan konsultansi di ikuti 15 UMKM sebanyak 75 orang yang terdiri dari pemilik dan pekerja di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

“Melalui kegiatan ini, setiap UMKM dinilai kemampuannya dalam menghasilkan produk yang siap pasar, serta kecakapannya menjual produk, disamping kemampuan manajemen usahanya,” ujar Gede.

Kegiatan mempersiapkan UMKM menjadi raja di rumahnya sendiri ini harus dipersiapkan dengan matang agar masyarakat NTB dapat menangkap peluang yang ada. Mengingat setahun terakhir banyak event internasional yang berlangsung di NTB, seperti MotoGP, Ironman 70.3, WSBK, MXGP dan PON pada 2028 nanti. Event-event ini membawa berkah dan peluang bagi UMKM untuk diisi dengan berbagai ekonomi produktif. UMKM bisa memanfaatkan setiap event yang ada untuk membuka peluang kerja dengan menyajikan produk berkualitas sesuai kebutuhan tamu.

“Produk lokal kita harus merajai pasar. Jika hal ini sukses, dampaknya terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan serapan tenaga kerja tidak kecil,” pungkas Gede. (TN-red)

 

 

Related Articles

Back to top button