Atasi penumpukan Sampah, SDN 3 Pancor Lombok Timur terapkan Konsep Ecobrick

Mataram, Talikanews.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya membantu program pemerintah dalam penanganan Sampah dengan cara terapkan Ecobrick kepada siswa, tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan.

Setiap siswa yang jumlahnya sekitar 500 orang, harus membawa sampah un organik seperti bungkus plastik jajanan untuk dinilai oleh guru setelah itu di olah pihak sekolah.

“Setiap murid, di minta untuk mengumpulkan sampah dan di masukkan ke botol mineral ukuran 1500 ml. Nanti, prosesnya dilakukan sampai botol penuh dan padat. Kemudian ditata membentuk lingkaran dengan jumlah botol 14 buah,” ujar Kepala Sekolah SDN 3 Pancor, Nurbaiti M.Pd, Senin 11 Oktober 2022, di acara Diskusi 4 tahun program Zero Waste, di Mataram.

Sampah yang sudah terkumpul selanjutnya diolah menjadi ecobrick, yakni proses daur ulang ramah lingkungan dengan memanfaatkan media botol plastik yang dipadatkan. Di mana, seluruh proses pengerjaannya melibatkan siswa.

Mereka memilah dan memasukkan sampah bekas jajanan, seperti bungkus permen dan snack ke dalam botol-botol plastik.

Konsep ecobrick yang diterapkan di SDN 3 Pancor, sejuah ini mampu menghasilkan produk furnitur yang bernilai estetika tinggi.

Terlebih, daur ulang sampah plastik ini merupakan implementasi dari gerakan cinta lingkungan dilakukan dengan melibatkan semua unsur di sekolah serta masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

Konsep ecobrick dipilih karena selain bisa mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih, pemanfaatannya juga sangat berguna sebagai penghias lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, hasilnya sofa dari botol plastik ini awet, nyaman dan enak di pandang. Sedangkan, pembuatan kover bekerjasama dengan pengusaha sofa di wilayah setempat,” kata Nurbaiti.

Nurbaiti mendaku, setiap tahunnya terus terjadi peningkatan volume sampah. Tak hanya rumah tangga, justru penyumbang terbesar sampah. Salah satunya, adalah tingkat satuan pendidikan.

“Tapi, dengan pola Ecobrick, kami sudah mampu berkontribusi dalam rangka membantu mengurangi sampah, terutama sampah plastik. Di situ, masyarakat dan seluruh komponen sekolah ikut berpartisipasi dalam rangka kegiatan mengurangi volume sampah tersebut,” tandas Nurbaiti. (TN-red)

Exit mobile version