NTB menjadi Destinasi Sport Tourism Dunia
Lombok Barat, Talikanews.com – Suksesnya even internasional Ironman 70.3 Lombok atau tiga cabang olahraga dilakukan sekaligus yakni renang, bersepeda dan lari, yang berlangsung di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), di ikuti 406 peserta dari 33 Negara, menghantarkan NTB menjadi destinasi sport tourism dunia.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi, menyampaikan bahwa event Ironman ini sangat luar biasa dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terutama kalangan di bawah, jadi sangat berdampak secara ekonomi dan sosial.
Dikatakan Yusron, dengan suksesnnya Ironman 70.3 Lombok 2022 dan Triathlon ajang Hutama Karya Endurance Challenge 2021 Lombok, maka ini merupakan NTB bisa menjadi destinasi sport tourism dunia.
“Kalau bicara segi sosial, iya masyarakat bisa menyaksikan langsung even Ironman ini. Dari segi ekonomi, masyarakat ikut terbantu karena keluarga dari peserta juga ikut hadir sekaligus berwisata,” ungkap Yusron, Minggu 9 Oktober 2022.
Sementara itu, Managing Director Ironman Asia, Jeff Edward, mengatakan dua tahun belakangan sangat sulit untuk mengadakan international event akibat Pandemi Covid-19. Tetapi antusias dan keramahan masyarakat Lombok, Pemerintah Daerah NTB, Polda sangat luar biasa membuatnya kagum, apalagi lintasan sangat bersih.
“Kalau berenang dan sepeda itu asik, tadi pagi juga lautnya ramah. Yang gawat adalah lari, karena pada putaran terakhir kemudian matahari sudah di atas, itu mulai terasa. Memang tracknya yang disulitkan juga terkait cuaca,” kata Jeff menyampaikan hambatan pada track yang harus dilewati para peserta Ironman.
Disatu sisi, Executive Director PT. Indonesia Sports Management, Arie S. Sukirno, menuturkan track Ironman 70.3 ini sebetulnya masih tergolong medium, bila ada yang sakit atau cedera memang untuk menyesuaikan itu tidak mudah, harus ada training yang cukup untuk mengikuti event ini.
“Banyak atlet newbie yang ikut pada ajang ini yang biasanya baru mengikuti triathlon seperti Olympic distance atau sprint yang jaraknya lebih sedikit daripada Ironman. Jadi biasanya yang mengalami cedera itu adalah newbie yang baru ikut serta pertama kali,” ujarnya.
MenurutSenior Marketing Manager PT. Herbalife, Elfrida V. Napitupulu, bahwa Ironman ini bukan olahraga yang asal-asalan. Artinya butuh sebuah endurance long life.
“Herbalife mengajarkan hidup sehat itu sesuatu yang harus dilakukan terus-menerus, jadi asupan nutrisi menjadi penting, khususnya untuk atlet seperti atlet Ironman. Kami sangat senang melihat mayoritas peserta dari Indonesia, artinya potensi orang-orang Indonesia bisa kita kembangkan,” tutupnya. (TN-red)





